DWP Brebes Gelar Halal Bihalal, Sekda Dorong Penguatan Peran Istri ASN di Sektor UMKM

BREBES (JATENG), SUARAPANCASILA.ID – Di tengah hangatnya suasana Syawalan 1447 Hijriah, Pendopo Kabupaten Brebes, Rabu (15/4/2026), kembali menjadi ruang pertemuan yang penuh senyum, salam, dan sajian produk UMKM. Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Brebes menggelar Halal Bihalal dan Ceramah Keagamaan, lengkap dengan bazar yang seolah menegaskan bahwa silaturahmi kini juga punya wajah ekonomi.

Sejak pagi, deretan stan UMKM dari berbagai kecamatan sudah tertata rapi. Aneka kuliner, kerajinan tangan, hingga produk olahan rumah tangga dipamerkan dengan semangat yang sama, memperkenalkan karya sekaligus berharap benar-benar terserap pasar, bukan hanya berhenti di pujian dan dokumentasi. Di sela tawa dan salam, transaksi kecil menjadi bagian dari “hikmah Syawalan” yang berjalan di antara agenda seremonial.

Sekretaris Daerah Kabupaten Brebes Tahroni hadir bersama Ketua DWP Kabupaten Brebes Ibu Irma Nurhayati MPd serta jajaran pengurus DWP dari berbagai tingkatan. Kehadiran mereka melengkapi suasana formal yang sejak awal sudah tertata rapi, hangat, dan tetap berada dalam koridor kegiatan organisasi.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Sekda Brebes menegaskan kembali harapan agar DWP dapat terus solid dan memberi kontribusi nyata bagi daerah, terutama melalui penguatan sektor UMKM.

“Ini yang kami harapkan organisasi istri ASN ini kompak dan berkontribusi bagi daerah, terutama sektor UMKM,” ucapnya.

Di sisi lain, bazar UMKM menjadi ruang paling hidup dalam kegiatan tersebut. Di sana, semangat kemandirian ekonomi dipajang berdampingan dengan dekorasi acara dan rangkaian agenda resmi. Para anggota DWP tampak aktif menawarkan produk sambil sesekali memastikan dokumentasi berjalan baik, sebab dalam banyak kegiatan, kehadiran visual menjadi bagian penting dari narasi acara.

Ceramah keagamaan yang disampaikan KH Arif Rahman Hakim dari Kementerian Agama mengingatkan bahwa halal bihalal bukan sekadar tradisi sosial, melainkan bagian dari upaya menjaga hubungan antar manusia atau habluminannas.

“Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan setiap individu mampu membersihkan hati, mempererat persaudaraan, serta menjaga keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat,” tuturnya.

Acara ditutup dengan saling bersalaman yang berlangsung tertib dan berulang sebagaimana tradisi tahunan. Di luar ruangan, bazar UMKM masih ramai dikunjungi, seakan menjadi penegas bahwa di balik simbol kebersamaan, ada denyut ekonomi kecil yang terus bergerak, pelan namun konsisten, menunggu ruang untuk tumbuh lebih besar.

Pos terkait