Proyek Irigasi Lewati Target, Kelompok Tani Kolok Mudik Gagal Tanam 

SAWAHLUNTO(SUMBAR)SUARA PANCASILA .ID– Proyek peningkatan dan rehabilitasi jaringan irigasi di Desa Kolok Mudik, Kecamatan Barangin, Kota Sawahlunto, melewati target waktu penyelesaian. Akibatnya, 102 petani dari tiga kelompok tani belum dapat memulai musim tanam karena saluran air ke sawah belum berfungsi.

Kontrak proyek senilai Rp76,13 miliar yang dikerjakan PT Brantas Abipraya (Persero) di bawah Balai Wilayah Sungai Sumatera V itu berakhir 31 Maret 2026. Masa kerja tercatat sejak 6 November 2025. Namun, hingga pertengahan April, saluran utama atau “tali banda” belum mengaliri sawah.

Kondisi itu disampaikan Kepala Desa Kolok Mudik, Jufrinaldi, bersama perwakilan kelompok tani saat bertemu awak media, Selasa (15/4/2026). “Sudah satu musim tanam terlewat, dan saat ini seharusnya kami sudah masuk masa tanam kembali, namun terkendala karena irigasi tidak bisa difungsikan,” kata Alfi Sahri Dt Rangkayo Tangah, Ketua Kelompok Tani Buah Palo Padang Sarai.

Bacaan Lainnya

Ketua Kelompok Tani Ujuang Tanjung Ngalau, Yuri Irianto, menyebut aktivitas di lapangan belum konsisten. “Di lapangan kadang ada pekerjaan, kadang tidak. Dari pihak kontraktor maupun subkontraktor juga jarang berada di lokasi, sehingga kami kesulitan berkoordinasi,” ujarnya.

Keterlambatan ini berpotensi berdampak berantai pada penebusan pupuk subsidi. Kades Jufrinaldi menjelaskan, tanpa aktivitas tanam, petani berisiko tidak dapat menebus kuota pupuk sesuai sistem e-RDKK. “Jika pupuk tidak ditebus pada tahun berjalan, konsekuensinya petani bisa dihapus dari sistem e-RDKK tahun berikutnya atau mengalami pengurangan alokasi pupuk,” katanya. Pemdes akan melaporkan hal ini ke kecamatan.

Tiga kelompok tani terdampak: Ujuang Tanjung Ngalau 22 petani, Buah Palo Padang Sarai 48 petani, dan Subangko 32 petani. Petani dan Pemdes sepakat mengundang pihak pelaksana proyek untuk meminta penjelasan progres dan estimasi penyelesaian.

Berdasarkan papan informasi di lokasi, proyek ini bagian dari program irigasi untuk 14 kabupaten/kota di Sumatera Barat. Hingga berita ini diturunkan, saluran irigasi di Kolok Mudik belum berfungsi.

Pos terkait