BANYUASIN, SUARA PANCASILA.ID – Bupati Banyuasin, Dr. H. Askolani, S.H., M.H., bersama Wakil Bupati Banyuasin, Ir. Netta Indian, S.P., didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuasin, Ir. Erwin Ibrahim, S.T., M.M., M.B.A., IPU., ASEAN Eng., memimpin Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi (Monev) Percepatan Realisasi Anggaran serta Progres e-Monev ProSN Semester I Tahun 2026. Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Kepala Perangkat Daerah dan Camat se-Kabupaten Banyuasin dan berlangsung di Ruang Rapat Rumah Dinas Bupati Banyuasin, Selasa (8/9).
Dalam arahannya, Bupati Askolani menekankan pentingnya kekompakan, keterbukaan dan kerja sama seluruh perangkat daerah dalam menjalankan program pemerintahan. Setiap capaian maupun kendala harus disampaikan secara jujur dan apa adanya agar dapat segera dicarikan solusi.
“Saya ingin kita bekerja sebagai satu tim. Kalau memang sudah bagus, sampaikan bagus, kalau masih kurang, sampaikan kurang. Jangan ditutup-tutupi, karena tujuan kita adalah bagaimana persoalan itu bisa segera kita bantu dan selesaikan bersama. Kalau kita bekerja fokus, serius dan penuh tanggung jawab, saya yakin tidak ada yang tidak bisa kita kerjakan,” tegas Askolani.
Bupati Askolani mengatakan, keberhasilan pembangunan tidak dapat dicapai oleh satu perangkat daerah saja, melainkan membutuhkan sinergi dan kekompakan seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Banyuasin. Menurutnya, seluruh perangkat daerah harus memiliki tujuan yang sama, yakni memberikan pelayanan terbaik dan mewujudkan pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kita ini satu Pemerintah Kabupaten Banyuasin. Kalau pemerintahnya baik, maka semuanya akan menjadi baik. Karena itu, saya minta jangan bekerja sendiri-sendiri. Kita harus kompak, saling membantu dan saling mengingatkan. Kalau ada persoalan, jangan ragu untuk berkoordinasi dan bertanya, karena tidak ada salahnya kita meminta bantuan untuk kepentingan Banyuasin, kepentingan negara dan kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Terkait realisasi fisik dan anggaran, Bupati Askolani meminta seluruh perangkat daerah memastikan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan target Renstra dan jadwal yang telah ditentukan. Perhatian khusus diberikan terhadap pelaksanaan Dana Alokasi Khusus (DAK), terutama dalam hal ketepatan waktu pelaporan kepada kementerian.
Di tengah kondisi kemarau yang berlangsung cukup panjang, Bupati Askolani juga turut menginstruksikan peningkatan kesiapsiagaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat.
Hal tersebut juga senada dengan yang disampaikan Wakil Bupati Banyuasin, untuk mengingatkan seluruh perangkat daerah untuk menetapkan skala prioritas, terutama dalam menghadapi kondisi kemarau, karhutla, pemenuhan air bersih dan kebutuhan dasar masyarakat. Selain itu, pengawasan terhadap stabilitas pangan dan harga beras juga perlu diperkuat agar masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan kualitas dan takaran yang sesuai.
“Kita harus melihat mana yang benar-benar mendesak, mana yang berkaitan dengan kebencanaan, mana kegiatan rutin dan mana yang harus segera diselesaikan secara administrasi. Semuanya harus berjalan beriringan. Jangan lupa, kondisi masyarakat juga harus menjadi perhatian. Pastikan program bantuan dan ketersediaan pangan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya.
Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Kabupaten Banyuasin menegaskan komitmen untuk mempercepat realisasi fisik dan anggaran, meningkatkan disiplin pelaporan, memperkuat koordinasi ant perangkat daerah, serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi karhutla dan kekeringan. Seluruh jajaran diharapkan dapat menindaklanjuti hasil evaluasi dengan penuh tanggung jawab agar setiap program dan kegiatan berjalan sesuai target serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Banyuasin.











