BREBES (JATENG), SUARAPANCASILA.ID – Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma menyerahkan Tunas Kelapa kepada Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman dalam rangkaian Estafet Tunas Kelapa (ETK) Tahun 2026, Senin (7/9/2026).
Prosesi timbang terima berlangsung di area Hotel Anggraeni, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes. Penyerahan Tunas Kelapa tersebut menjadi simbol keberlanjutan semangat persatuan, persaudaraan, kepedulian, dan pengabdian Gerakan Pramuka di Jawa Tengah.
Paramitha yang juga menjabat Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kabupaten Brebes menyerahkan langsung Tunas Kelapa kepada Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman selaku Mabicab Gerakan Pramuka Kabupaten Tegal.
Estafet Tunas Kelapa menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Bergerak Bersama Mewarnai Peradaban Bangsa”, yang menekankan pentingnya peran generasi muda dalam membangun masyarakat.
Sebelum tiba di Jatibarang, perjalanan ETK Kwarcab Brebes terlebih dahulu dilepas Wakil Bupati Brebes Wurja selaku Pembina Upacara di Pondok Pesantren Al Fadlu, Desa Tegalglagah, Kecamatan Bulakamba.
Dari Bulakamba, pasukan ETK menempuh perjalanan melalui sejumlah wilayah, yakni Bulakamba, Larangan, Wanasari, Songgom hingga Jatibarang. Sepanjang perjalanan, Tunas Kelapa dibawa sebagai simbol semangat Pramuka yang terus bergerak sekaligus menjadi sarana mempererat silaturahmi dengan masyarakat.
ETK Kwarcab Brebes diikuti 61 anggota Pramuka sebagai pasukan inti, terdiri atas 43 Pramuka Penegak dan 18 Pramuka Penggalang. Sebanyak 40 siswa Pramuka Penggalang juga terlibat sebagai pasukan pendukung dengan dukungan 87 pangkalan dari berbagai tingkatan.
Dalam sambutan Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Gerakan Pramuka Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang dibacakan Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, ETK disebut sebagai salah satu tradisi kebanggaan Gerakan Pramuka Jawa Tengah.
Kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada seremoni, tetapi mampu memperkuat peran Pramuka dalam kehidupan masyarakat.
“Tema Hari Pramuka tahun ini mengamanatkan Pramuka untuk berada di garis depan kedaulatan bangsa melalui kreasi dan inovasi di bidang pangan,” ujar Ahmad Luthfi dalam sambutannya.
Menurut Ahmad Luthfi, semangat tersebut sejalan dengan prinsip pembangunan Jawa Tengah melalui Ngopeni dan Nglakoni.
Ngopeni diwujudkan melalui kepedulian untuk merawat bumi, menjaga lingkungan, dan mengayomi masyarakat. Sementara Nglakoni mencerminkan kemauan untuk bekerja keras, disiplin, dan terampil dalam menghadapi berbagai tantangan.
Gerakan Pramuka diharapkan mampu menjadi benteng moral sekaligus pelopor pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Kehadiran anggota Pramuka di tengah masyarakat juga diharapkan membawa pesan positif, kepedulian, serta semangat kebersamaan di setiap wilayah yang dilalui.
“Kepada seluruh Pasukan ETK Tahun 2026, para pembina, pendamping, serta jajaran Kwartir Cabang dan Ranting yang bertugas, jaga kesehatan, keselamatan, dan kekompakan selama pelaksanaan etape perjalanan,” pesannya.
Penyerahan Tunas Kelapa oleh Bupati Paramitha kepada Bupati Tegal menjadi penanda berlanjutnya perjalanan ETK dari Brebes menuju Kabupaten Tegal.
Estafet tersebut sekaligus membawa pesan bahwa semangat persaudaraan, kerja sama, kepedulian, dan pengabdian Pramuka harus terus bergerak dan diwariskan kepada generasi muda di setiap daerah.











