Gandeng CSR PTBA,Pemkot Sawahlunto dorong percepatan penataan pasar Kuliner Silo, 

SAWAHLUNTO (SUMBAR) SUARA PANCASILA.ID– Pemerintah Kota Sawahlunto mendorong percepatan penataan kawasan Pasar Silo menjadi pusat kuliner terpadu. PT Bukit Asam Tbk Unit Pertambangan Ombilin menyatakan siap mendukung lewat skema tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang akan diajukan ke jajaran direksi pusat.

Kesepahaman itu mengemuka dalam pertemuan Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra dengan General Manager PTBA UPO Yulfaizon, Selasa, 21 April 2026. Pertemuan berlangsung informal di sela sarapan bersama sejumlah pejabat daerah, di antaranya Asisten II Setdako John Hendri, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Tatang Sumarna, serta Kepala Satpol PP Nurwansyah Putra yang bertempat dikawasan kuliner tersebut.

Ini kelanjutan pembahasan antara Direktur Utama PTBA Arsal Ismail dan Sekretaris Daerah Kota Sawahlunto Rovanly Abdams saat peresmian Saka Ombilin Heritage Hotel, Jumat, 17 April 2026. Saat itu, arah penataan Pasar Silo disebut sebagai bagian dari pengembangan kota berbasis ekonomi jasa dan pariwisata.

Bacaan Lainnya

General Manager PTBA UPO Yulfaizon menyebut perusahaan pada prinsipnya mendukung rencana tersebut. Namun penyaluran CSR tetap mengikuti mekanisme internal dan butuh persetujuan direksi pusat PTBA.

“PTBA akan menyalurkan CSR sesuai kebutuhan yang telah dibahas sebelumnya,” kata Yulfaizon.

Besaran dukungan akan mengacu desain teknis dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang disusun Pemko Sawahlunto, termasuk hasil analisis lapangan. Sebelumnya muncul estimasi kebutuhan penataan sekitar Rp600 juta yang telah dianggarkan Pemko. Nilai itu dimungkinkan menjadi acuan CSR, sementara APBD dapat difokuskan untuk tahap pengembangan lanjutan.

Proposal penataan dari Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan sudah diserahkan ke PTBA UPO dalam pertemuan tersebut. PTBA UPO akan meneruskannya ke direksi pusat untuk pembahasan bentuk dukungan dan tahapan implementasi.

Di tingkat pemerintah daerah, Pasar Silo diarahkan menjadi kawasan kuliner terpadu atau food court. Konsep ini mengubah fungsi pasar tradisional menjadi ruang ekonomi yang lebih tertata dan punya daya tarik wisata.

“Penataan akan menggunakan sistem food court agar lapak pedagang lebih tertata dan nyaman,” kata Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Sawahlunto, Tatang Sumarna.

Selain lapak, pemerintah merencanakan fasilitas penunjang: musala, ruang terbuka, area bermain anak, serta spot foto untuk memperkuat fungsi kawasan sebagai ruang publik keluarga.

Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra menegaskan penataan ini bagian dari transformasi kota agar lebih tertata, estetik, dan bernilai ekonomi berkelanjutan. Pasar Silo diposisikan sebagai titik penting pengembangan kawasan berbasis ekonomi masyarakat yang terintegrasi dengan pariwisata.

“Alhamdulillah sudah ada titik terang untuk penataan pusat kuliner terpadu ini. Kami berharap para pedagang dapat bersabar,” kata Riyanda.

Penataan Pasar Silo menjadi bagian agenda Pemko Sawahlunto mengembangkan kawasan perdagangan rakyat berbasis kuliner dan ruang publik. Langkah ini seiring status Sawahlunto sebagai Kota Warisan Tambang Dunia UNESCO yang kini mendorong sektor pariwisata berbasis sejarah dan budaya.

Pos terkait