GMNI Lubuk Linggau Serukan Pergantian Tahun 2026 yang Berempati dan Berkeadaban

Pirman Ramadandi Ketua Cabang GmnI Kota Lubuk Linggau

LUBUK LINGGAU, SUARAPANCASILA.ID – Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Kota Lubuklinggau mengingatkan seluruh kepala daerah di Sumatera Selatan, khususnya di wilayah Kota Lubuklinggau, Kabupaten Musi Rawas, dan Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), agar mematuhi Surat Edaran Gubernur Sumatera Selatan Nomor 090/SE/I/2025 tentang Himbauan Kesederhanaan dalam Pergantian Tahun Baru.

Himbauan tersebut dinilai penting sebagai wujud tanggung jawab moral dan empati sosial di tengah kondisi masyarakat yang masih menghadapi tekanan ekonomi, sekaligus sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan terhadap saudara-saudara sebangsa yang terdampak bencana alam di sejumlah daerah seperti Aceh, Medan, dan Padang.

Ketua DPC GMNI Kota Lubuklinggau, Pirman, menegaskan bahwa perayaan malam pergantian tahun tidak semestinya diwarnai euforia berlebihan yang berpotensi mencederai rasa empati sosial masyarakat. Menurutnya, kesederhanaan justru menjadi sikap yang mencerminkan kepekaan sosial dan nilai-nilai kemanusiaan.

Bacaan Lainnya

“Pergantian tahun baru 2026 seharusnya dimaknai sebagai momentum refleksi bersama, bukan sekadar perayaan. Dalam kondisi seperti saat ini, kesederhanaan adalah bentuk nyata empati dan kepedulian kita terhadap sesama,” ungkap Pirman.

Ia juga menekankan pentingnya peran kepala daerah dalam meneruskan surat edaran tersebut kepada seluruh lapisan masyarakat serta memastikan pelaksanaannya berjalan dengan baik di daerah masing-masing. Hal ini sejalan dengan poin ketiga dalam surat edaran Gubernur Sumsel yang menegaskan kewajiban kepala daerah untuk menjaga ketertiban dan keamanan agar suasana pergantian tahun tetap kondusif.

Dalam konteks tersebut, GMNI mendorong kepala daerah untuk mengingatkan para pelaku usaha, khususnya yang bergerak di bidang hiburan, agar turut menjaga situasi keamanan dan ketertiban pada malam pergantian tahun.

Sebagai organisasi kader nasionalis, GMNI menilai kebijakan kesederhanaan ini selaras dengan cita-cita pembangunan daerah yang berkeadilan sosial dan beradab. Dukungan terhadap surat edaran Gubernur Sumatera Selatan merupakan bentuk keberpihakan GMNI kepada kepentingan rakyat luas, sekaligus komitmen untuk menjaga ruang publik tetap aman, tertib, dan manusiawi.

“Kesederhanaan dalam menyambut tahun baru bukan sekadar slogan, tetapi harus dimaknai sebagai sikap kemanusiaan yang lahir dari empati sosial,” pungkas Pirman. (UK)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *