HPPMTL Sampaikan Aspirasi di DPRD Tala, PLN Targetkan Pemulihan Listrik

PELAIHARI(KALSEL), SUARA PANCASILA.ID – Aksi damai yang digelar Himpunan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Tanah Laut (HPPMTL) terkait pemadaman listrik bergilir di Provinsi Kalimantan Selatan berlangsung tertib, damai, dan kondusif. Penyampaian aspirasi masyarakat tersebut turut dihadiri anggota DPRD Kabupaten Tanah Laut serta Kepala Cabang PLN sebagai bentuk dukungan terhadap penyampaian aspirasi secara terbuka dan konstruktif.

Menanggapi aspirasi tersebut, Manajer PLN ULP Pelaihari, Hudaiby Hibban, memberikan keterangan kepada awak media usai mengikuti audiensi di Gedung DPRD Kabupaten Tanah Laut pada pukul 10.00 WITA. Dalam kesempatan itu, ia memaparkan penyebab gangguan sistem kelistrikan yang memicu pemadaman bergilir, sekaligus menjelaskan langkah-langkah yang tengah ditempuh PLN untuk mempercepat pemulihan.

Hudaiby menyampaikan bahwa gangguan kali ini terjadi secara bersamaan pada tiga pembangkit utama yang menjadi penopang sistem kelistrikan di Kalimantan Selatan. Menurutnya, kondisi tersebut membuat sistem kelistrikan tidak mampu beroperasi secara normal.

Bacaan Lainnya

“Berkaitan dengan gangguan ya, gangguan pembangkit, ya memang sangat disayangkan terjadi bersamaan ketiga-tiganya. Sebenarnya kalau kejadian gangguannya mungkin salah satu aja ya, gangguan itu hanya satu pembangkit, sistem insyaallah masih bisa berjalan normal,” ujar Hudaiby.

Ia kemudian merinci tiga titik pembangkit yang mengalami kendala teknis, yakni PLTU Asam-Asam yang mengalami gangguan pada generator, pembangkit swasta di Gunung Mas yang mengalami gangguan pada boiler, serta IPP Tanjung yang mengalami kerusakan pada bagian turbin.

Terkait proses penanganan, Hudaiby menegaskan bahwa PLN ULP Pelaihari terus melakukan koordinasi secara berjenjang dengan unit PLN di tingkat yang lebih tinggi guna memperoleh perkembangan terbaru mengenai proses perbaikan pembangkit.

“Untuk pengawalan perbaikan pembangkitan, tentunya kami akan berkoordinasi terus dengan PLN UP3 Banjarmasin dan Unit Induk Wilayah Kalselteng meminta informasi update berkaitan dengan progres perbaikan pembangkitan,” tuturnya.

Menjawab pertanyaan mengenai alasan sejumlah wilayah tidak mengalami pemadaman bergilir, Hudaiby menjelaskan bahwa terdapat jalur-jalur tertentu yang tidak diperbolehkan dipadamkan karena berkaitan dengan pelayanan kesehatan.

“Memang ada beberapa jalur tertentu yang kami diinstruksikan tidak boleh dilakukan, tidak boleh diliskan dalam jalur yang dipadamkan. Tentunya jalur ini merupakan jalur faskes Pak ya. Faskes di antaranya rumah sakit. Kalau di Tanah Laut kebetulan di daerah kami PLN Pelaihari ada tiga, yaitu di RSUD Boejasin, RS BCM, dan juga RSUD Dahlan Ismail,” terangnya.

PLN, lanjut Hudaiby, menargetkan pemadaman bergilir dapat berkurang secara bertahap dalam waktu dekat. Sementara itu, pemulihan sistem kelistrikan secara menyeluruh diproyeksikan rampung pada akhir Agustus.

“Estimasi tanggal 25 Agustus sudah normal secara sistem. Tapi kalau secara tidak terjadi pemadaman, kami upayakan 6 Agustus,” kata Hudaiby.

Ia berharap seluruh proses perbaikan dapat berjalan sesuai target sehingga pada 25 Agustus mendatang sistem kelistrikan kembali normal sepenuhnya dan masyarakat tidak lagi merasakan dampak pemadaman listrik bergilir.(suarapancasila.id-foto:ist/SID)

suarapancasilaid'

Pos terkait