PELAIHARI(KALSEL), SUARA PANCASILA.ID, Minggu, 6 September 2026 — Harapan agar pembangunan Mall Pelaihari City segera kembali dilanjutkan disampaikan Forum Keluarga Pendiri Kabupaten Tanah Laut (FKPKTL). Ketua Forum Keluarga Pendiri Kabupaten Tanah Laut, Dr. H. Hasnani Isma A. Kutai, M.Sc., menilai keberadaan pusat perbelanjaan tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendorong kemajuan daerah.
Hasnani berharap Kabupaten Tanah Laut terus berkembang dengan mengoptimalkan berbagai potensi yang dimiliki daerah, termasuk aset-aset pemerintah yang selama ini belum terkelola maupun terpelihara secara optimal.
Menurutnya, aset daerah yang belum dimanfaatkan dapat dikelola secara langsung ataupun dikerjasamakan dengan pihak ketiga. Dengan pengelolaan yang tepat, aset tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat dan tidak menjadi beban pemeliharaan bagi pemerintah daerah.
Di tengah perhatian terhadap pembangunan daerah, Hasnani juga menyoroti sejumlah proyek yang dinilai belum berlanjut. Salah satunya adalah pembangunan Hotel Fugo yang hingga kini disebut belum menunjukkan kelanjutan pembangunan.
Selain itu, pembangunan Mall Pelaihari City yang tertunda juga menjadi perhatian. Ia menilai mall tersebut memiliki potensi besar apabila dapat diselesaikan dan dimanfaatkan masyarakat Kabupaten Tanah Laut.
Menurut Hasnani , keberadaan mall tidak hanya berkaitan dengan fasilitas perdagangan dan pusat aktivitas masyarakat. Proyek tersebut juga berpotensi membuka lapangan pekerjaan serta menyerap tenaga kerja dari masyarakat lokal.
Karena itu, ia berharap persoalan yang menghambat pembangunan dapat segera diselesaikan. Apabila masih terdapat kekurangan yang harus dipenuhi oleh investor atau pengembang, menurutnya, hal tersebut sebaiknya segera diluruskan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Jangan dipersulit investor. Kalau ada kekurangan, segera diluruskan agar proses pembangunan dapat kembali dilanjutkan.” tutur mantan dosen tersebut.
Hasnani menilai persoalan yang menghambat pembangunan tersebut tidak semestinya menjadi kendala berkepanjangan. Ia berharap terdapat komitmen bersama untuk mencari jalan keluar sehingga pembangunan dapat kembali berjalan demi kepentingan masyarakat.
Ia juga meminta agar pengembang diberikan kesempatan untuk melanjutkan pembangunan Mall Pelaihari City. Di sisi lain, kepastian hukum dinilai penting agar proses pembangunan memiliki dasar dan arah yang jelas serta memberikan perlindungan bagi seluruh pihak.
“Harapannya, pengembang tidak dirugikan, masyarakat mendapatkan kebermanfaatan, dan pemerintah juga tidak dirugikan.” ungkap ketua FKPKTL.
Hasnani berharap pembangunan Mall Pelaihari City dapat segera diwujudkan. Jika memungkinkan, penyelesaian pembangunan diharapkan dapat dilakukan pada tahun ini.
Baginya, keberlanjutan pembangunan harus ditempatkan dalam kerangka kepentingan bersama. Pengembang memperoleh kepastian dan tidak dirugikan, masyarakat mendapatkan manfaat melalui hadirnya pusat ekonomi serta lapangan pekerjaan, sementara pemerintah daerah tetap terlindungi kepentingannya.
Dengan demikian, penyelesaian pembangunan Mall Pelaihari City diharapkan tidak sekadar menghadirkan sebuah bangunan baru di Pelaihari, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menggerakkan ekonomi daerah dan mendorong Kabupaten Tanah Laut menuju perkembangan yang lebih maju.(suarapancasila.id-hayat)











