HUT ke-69 Riau, Bupati Siak Ajak Masyarakat Rawat Sejarah

SIAK, SUARA PANCASILA.ID – Bupati Siak Afni mengajak masyarakat menjadikan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Provinsi Riau sebagai momentum mengenang sejarah dan merawat warisan perjuangan para tokoh yang telah berjasa bagi daerah dan bangsa.

Hal tersebut disampaikan Afni usai menghadiri Rapat Paripurna HUT ke-69 Provinsi Riau di Gedung DPRD Provinsi Riau, Pekanbaru, Minggu (9/8/2026).

Menurut Afni, perjalanan Riau hingga memasuki usia 69 tahun tidak terlepas dari kontribusi para tokoh dan pejuang yang meletakkan dasar bagi kehidupan masyarakat dan pemerintahan di daerah. Salah satunya Sultan Syarif Kasim II, pahlawan nasional asal Siak yang jejak perjuangannya masih dapat ditemukan melalui berbagai peninggalan sejarah.

Bacaan Lainnya

“Alhamdulillah, salah satu pahlawan nasional dari Provinsi Riau adalah Sultan Syarif Kasim II. Jejak sejarah beliau sampai hari ini masih bisa kita saksikan dan kita nikmati,” kata Afni.

Afni juga menyoroti sosok Tengku Mansyur Chalid bergelar Tengku Panglima Dalam, tokoh asal Siak yang pada HUT ke-69 Provinsi Riau menerima penghargaan sebagai Tokoh dan Pejuang Daerah Provinsi Riau 2026.

Berdasarkan kajian Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Kabupaten Siak, Tengku Mansyur Chalid merupakan salah satu bangsawan Kesultanan Siak Sri Indrapura yang mendapat gelar Tengku Panglima Dalam dari Sultan Syarif Kasim II pada 1 Agustus 1940.

Setelah Proklamasi Kemerdekaan 1945, Tengku Mansyur Chalid tercatat sebagai pimpinan P.R.I., BKR, dan TKR Siak serta terlibat dalam Komite Nasional Indonesia (KNI) Siak dalam proses awal pembentukan pemerintahan Republik Indonesia di daerah.

Afni menilai kisah perjuangan para tokoh tersebut penting terus diperkenalkan kepada generasi muda. Menurutnya, peninggalan sejarah bukan sekadar benda atau bangunan masa lalu, tetapi bagian dari identitas dan jati diri masyarakat.

“Bagi masyarakat Siak, kalau tidak kita ingatkan, kita bisa lupa bahwa beliau adalah salah satu panglima dari Kesultanan Siak Sri Indrapura. Rumah peninggalan beliau sampai hari ini juga masih ada,” ujar dia.

Ia meminta peringatan HUT ke-69 Riau tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi menjadi momentum untuk mengenang jasa para pendahulu dan menjaga warisan sejarah.

“Mari, dengan peringatan HUT Provinsi Riau ke-69 ini, kita tidak melupakan sejarah-sejarah yang telah ditinggalkan oleh pendahulu-pendahulu kita,” kata Afni.Sementara itu, ahli waris Tengku Mansyur Chalid, Tengku Hamdan, menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diberikan Pemerintah Provinsi Riau kepada almarhum sebagai Tokoh dan Pejuang Daerah asal Siak.

“Alhamdulillah, tahniah atas penghargaan yang diberikan oleh Plt. Gubernur Riau kepada almarhum Bapak Tengku Mansur Chalid sebagai Tokoh dan Pejuang Daerah asal Siak,” ujar Tengku Hamdan.Ia berharap penghargaan tersebut menjadi teladan bagi generasi penerus dalam melanjutkan perjuangan membangun daerah.

“Semoga jasa-jasa almarhum menjadi teladan bagi kita semua untuk membangun Siak yang hebat dan bermartabat. Aamiin ya Robbal Alamin,” kata dia.Tengku Mansyur Chalid wafat di Siak Sri Indrapura pada 21 Maret 1991 dan dimakamkan di kawasan Masjid Syahabuddin Siak, berdekatan dengan kompleks makam Sultan Syarif Kasim II.

Melalui momentum HUT ke-69 Riau, Pemkab Siak mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, semakin mengenal sejarah daerah dan meneladani nilai perjuangan para pendahulu.

suarapancasilaid'

Pos terkait