Jembatan Penghubung Antar Desa Merah Mata Banyuasin Ambrol Setelah di Tabrak Ponton Pengangkut Pasir

BANYUASIN, SUARA PANCASILA.ID – Peristiwa itu terjadi pada Rabu (22/7/2026) dan hingga Jumat (24/7/2026) masih menyisakan dampak bagi aktivitas warga.Warga setempat, Iji, mengatakan insiden tersebut bukan kali pertama terjadi. Menurutnya, jembatan itu sudah tiga kali mengalami kerusakan akibat ditabrak ponton yang melintas di sungai tersebut.

“Kalau tidak salah ini yang ketiga kali ditabrak ponton hingga jembatan menjadi roboh,” kata Iji, Jumat (24/7/2026).Ia menjelaskan, sungai di Desa Merah Mata merupakan jalur utama lalu lintas ponton pengangkut pasir. Aktivitas angkutan yang rutin melintas dinilai menjadi ancaman bagi keberadaan jembatan yang menghubungkan permukiman warga.

“Memang sungai ini menjadi akses utama ponton bermuatan pasir, jadi mereka melintasi bawah jembatan ini,” ujarnya.Iji berharap  pemerintah segera memperbaiki jembatan yang rusak agar aktivitas masyarakat kembali normal. Ia juga meminta pihak pemilik ponton bertanggung jawab atas kerusakan yang terjadi.

Bacaan Lainnya

“Kami berharap jembatan segera diperbaiki dan pihak ponton angkutan pasir bertanggung jawab atas kerusakan ini,” tegasnya.Insiden ambrolnya jembatan itu juga menjadi sorotan di media sosial setelah video dan foto kerusakan diunggah akun @rais_rais_zainal. Unggahan tersebut memicu beragam komentar dari warganet, termasuk yang menyoroti konstruksi jembatan yang dinilai kurang kuat.

Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Desa Merah Mata, Septian, membenarkan jembatan penghubung antar dusun itu ambrol akibat ditabrak ponton.”Benar, ada jembatan ambrol,” katanya singkat saat dikonfirmasi.

Septian menyebut pihak pengelola ponton pengangkut pasir telah menyatakan kesediaannya untuk bertanggung jawab atas kerusakan tersebut. Sebagai solusi sementara, mereka juga menyediakan angkutan ketek gratis agar masyarakat tetap dapat menyeberang.

“Mereka bersedia bertanggung jawab memperbaiki jembatan. Selama proses itu, mereka juga menyediakan angkutan ketek bagi masyarakat untuk melintas tanpa dipungut biaya,” pungkasnya.

suarapancasilaid'

Pos terkait