Karyawan Pabrik Roti di Paguyangan Kepergok Warga, Video “Mesum” Viral

BREBES (JATENG), SUARAPANCASILA.ID – Sebuah video berdurasi 37 detik yang memperlihatkan sepasang pria dan wanita digerebek warga di kawasan makam Desa Wanatirta, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, viral di media sosial. Video yang diunggah akun Instagram @updatebrebes_ itu telah ditonton ratusan ribu kali dan memicu beragam spekulasi publik.

Dalam video tersebut, tampak seorang wanita berjaket biru dongker duduk di atas sepeda motor, sementara seorang pria berkaus putih berbicara dengan sejumlah warga yang mengerumuni mereka. Narasi yang beredar menyebut keduanya diduga melakukan perbuatan mesum di lokasi kejadian.

“Kepergok warga saat lakukan mesum di sebuah area makam
2 sejoli di amankan warga. Lokasi TPU kubang wanatirta peguyangan Brebes,” demikian keterangan unggahan itu.

Bacaan Lainnya

Namun, pihak kepolisian meluruskan informasi tersebut. Kapolsek Paguyangan, AKP Tasudin, menyatakan bahwa setelah dilakukan klarifikasi, tidak ditemukan adanya perbuatan asusila seperti yang ramai diperbincangkan di media sosial.

“Keduanya merupakan karyawan pabrik roti yang berada di belakang SPBU Paguyangan. Saat itu mereka hanya berhenti dan mengobrol sepulang kerja,” jelasnya, Rabu (15/4/2026).

Identitas keduanya diketahui masing-masing berinisial F, warga Desa Wanatirta yang telah berkeluarga, dan ABP, seorang duda asal Kecamatan Gandrungmangu, Kabupaten Cilacap. Keduanya sama-sama bekerja di pabrik roti yang beroperasi di wilayah Paguyangan.

Peristiwa penggerebekan terjadi pada Selasa petang (14/4), saat warga merasa curiga melihat keduanya berada berduaan di area dekat makam. Kecurigaan itu kemudian memicu tindakan warga yang mengamankan dan membawa pasangan tersebut ke Mapolsek Paguyangan untuk dimintai keterangan.

“Perlu diluruskan, tidak ada perbuatan mesum seperti di media sosial. Hanya ngobrol di pinggir jalan. Mungkin warga yang melihat merasa janggal, karena Fatimah sudah bersuami tapi malah berduaan dengan lelaki lain,” bebernya.

“Persepsi warga muncul karena yang bersangkutan perempuan sudah bersuami, tetapi terlihat bersama laki-laki lain di tempat sepi,” tambah Tasudin.

Setelah dilakukan mediasi di kantor polisi, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan. Polisi juga menegaskan pentingnya kehati-hatian masyarakat dalam menyimpulkan sebuah peristiwa, terlebih sebelum informasi yang beredar dipastikan kebenarannya.

“Sudah selesai secara kekeluargaan,” pungkasnya.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa viralnya sebuah video di media sosial tidak selalu mencerminkan fakta sebenarnya, terutama ketika melibatkan kehidupan pribadi seseorang yang berpotensi menimbulkan stigma sosial.

Pos terkait