KOTA MALANG (JATIM), SUARAPANCASILA,ID – Gelombang protes menyikapi pemberitaan Majalah Tempo yang dinilai tidak akurat sampai ke daerah. DPD Partai NasDem se-Malang Raya menggelar aksi bertajuk “Seruan Aksi Damai Nasional” yang dipusatkan di Kantor DPD Partai NasDem Kota Malang, Perum. Sukun Pondok Indah, Rabu (15/4/2026).
Aksi yang diikuti oleh jajaran pengurus DPC, anggota DPRD, hingga sayap partai Garda Pemuda NasDem ini bertujuan untuk menyampaikan sikap tegas terkait etika jurnalistik dan perlindungan terhadap marwah partai serta Ketua Umum, Surya Paloh.
Dalam orasi dan pernyataan sikapnya, penyelenggara aksi menggarisbawahi tiga poin utama yang menjadi tuntutan kepada redaksi Majalah Tempo:
1. Permintaan Maaf Terbuka: NasDem menuntut permintaan maaf secara kelembagaan maupun personal kepada Ketua Umum Surya Paloh untuk menjaga ketenangan di masyarakat.
2. Klarifikasi Resmi: Mendesak klarifikasi atas pemberitaan yang telah beredar luas guna menghindari perpecahan di tingkat pembaca dan publik.
3. Komitmen Etika Jurnalistik: Mendorong komitmen bersama untuk menjaga akurasi dan kode etik dalam setiap produk pers di masa mendatang.
Ketua DPD NasDem Kota Malang, Dr. Suyadi, S.Pd, M.M, menegaskan bahwa gerakan ini dilakukan secara damai dan bermartabat. Ia menyebut aksi ini merupakan respons atas keresahan kader di tingkat akar rumput (DPC) yang mempertanyakan sikap partai terhadap isu yang berkembang di media sosial belakangan ini.
”Kami mengajak semua kader Partai NasDem untuk tetap tenang dan jangan mudah terprovokasi. Biarlah media menyampaikan tulisannya, namun jika ada sesuatu yang tidak seimbang, maka layak dan patutlah kita mengambil sikap,” ujar Dr. Suyadi.
Suyadi menambahkan bahwa pihaknya tetap menghargai peran media dalam pembangunan bangsa. Namun, ia menyayangkan jika media sebesar Tempo melakukan kesalahan informasi yang belum diklarifikasi.
”Saya yakin, haqqul yakin, negara kita tumbuh besar karena media juga. Tempo bukan media ‘ecek-ecek’, Tempo adalah media besar. Barangkali berita yang kemarin terjadi karena misinformasi yang belum diklarifikasi, sehingga memicu reaksi luar biasa dari kader,” lanjutnya.
Aksi ini ditutup dengan penegasan bahwa tuntutan tersebut dilayangkan demi menjaga ketentraman dan mencegah perpecahan bangsa akibat informasi yang belum tuntas (clear).
Pihak NasDem Malang Raya berharap melalui penyataan sikap ini, seluruh kader dapat merasa aman dan nyaman, serta hubungan antara partai politik dan media tetap dapat berjalan beriringan sesuai koridor etika komunikasi publik yang sehat.
Reporter : Doni Kurniawan
Editor. : Denny W










