PELAIHARI(KALSEL), SUARA PANCASILA.ID – Di tengah musim kemarau yang belum berakhir, pemenuhan kebutuhan air bersih menjadi tantangan bagi sebagian masyarakat Kabupaten Tanah Laut. Pemerintah daerah terus mengintensifkan pendistribusian air bersih dengan melibatkan perangkat daerah, perusahaan, yayasan, organisasi, hingga masyarakat untuk membantu warga yang terdampak kekeringan.
Bupati Tanah Laut H. Rahmat Trianto meninjau langsung pelaksanaan pendistribusian air bersih di halaman Kantor Dinas Sosial, Sabtu (24/10/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan apresiasi kepada petugas dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyaluran bantuan air bersih kepada masyarakat.
Menurut Bupati, musim kemarau yang berlangsung sejak pertengahan tahun tidak hanya meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tetapi juga berdampak terhadap ketersediaan air bersih yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Tanah Laut pun terus berupaya memastikan bantuan dapat menjangkau warga yang membutuhkan melalui kerja sama lintas sektor.
“Kegiatan pendistribusian air bersih ini sudah kita laksanakan sejak September yang lalu. Setiap SKPD turut berkontribusi, dan kita juga dibantu perusahaan-perusahaan, yayasan, organisasi, serta masyarakat secara perorangan,” ujarnya.
Bupati secara khusus mengapresiasi keterlibatan perusahaan-perusahaan yang turut membantu pendistribusian air bersih, terutama di wilayah Kecamatan Kintap dan Jorong.
Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk mendukung upaya pemerintah daerah dalam menghadapi keterbatasan pasokan air selama musim kemarau. Dukungan berbagai pihak juga menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan masyarakat di tengah kondisi sumber air yang semakin menipis.
Selain memberikan apresiasi kepada pihak-pihak yang terlibat, Bupati turut menyampaikan penghargaan kepada para petugas yang tetap menjalankan tugas pendistribusian air bersih, termasuk pada hari libur.
Ia menyadari bahwa para petugas beserta keluarga mereka juga menghadapi kebutuhan air bersih yang sama. Namun, di tengah kondisi tersebut, pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi perhatian utama.
“Saya mengucapkan terima kasih atas keikhlasan Bapak-Bapak semua dalam melaksanakan pekerjaan yang mulia ini. Kita lebih mendahulukan masyarakat, meskipun kita sendiri juga membutuhkan air,” ungkapnya.
RT Diminta Aktif Mendata dan Mengusulkan Warga
Di balik upaya pendistribusian yang terus berjalan, keterbatasan sumber air menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah. Menurunnya ketersediaan air membuat pemenuhan kebutuhan masyarakat memerlukan dukungan, koordinasi, dan kepedulian dari berbagai pihak.
Karena itu, Bupati meminta masyarakat yang belum menerima bantuan agar aktif menyampaikan permohonan melalui ketua RT masing-masing. Selanjutnya, permohonan tersebut diteruskan kepada pemerintah desa dan kecamatan untuk disampaikan kepada Dinas Sosial.
Mekanisme tersebut diharapkan membantu pemerintah mendata warga yang membutuhkan, sekaligus menjadi dasar untuk menindaklanjuti permohonan sesuai kondisi di lapangan dan ketersediaan sumber daya.
“Saya mengharapkan rekan-rekan RT aktif menyampaikan permohonan warga melalui desa dan kecamatan. Dengan begitu, kita dapat mengetahui masyarakat yang membutuhkan dan menindaklanjutinya,” katanya.
Peran ketua RT dinilai penting karena berada paling dekat dengan masyarakat dan dapat membantu menyampaikan kebutuhan warga melalui jalur pemerintahan yang telah ditentukan.
Dengan pendataan dan pengajuan yang terkoordinasi, pemerintah daerah diharapkan dapat memperoleh informasi yang lebih jelas mengenai masyarakat yang belum terlayani bantuan air bersih.
Bupati juga meminta dukungan insan pers untuk menyebarluaskan informasi mengenai mekanisme pengajuan bantuan tersebut. Dengan demikian, masyarakat yang belum menerima bantuan dapat mengetahui prosedur dan jalur yang harus ditempuh untuk mengajukan permohonan.
Sinergi Lintas Sektor Diperkuat Menghadapi Kekeringan
Menghadapi kondisi kekeringan, Bupati mengajak masyarakat untuk tetap bersyukur dan berdoa agar hujan segera turun sehingga ketersediaan air dapat kembali meningkat.
Di sisi lain, upaya penanganan kekurangan air bersih tetap membutuhkan koordinasi dan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah daerah tidak hanya mengandalkan perangkat daerah, tetapi juga mendorong partisipasi pemerintah desa, ketua RT, dunia usaha, organisasi, dan masyarakat.
Sinergi tersebut diharapkan terus diperkuat agar pendistribusian bantuan dapat berjalan sesuai kebutuhan dan menjangkau masyarakat yang memerlukan.
Pemerintah Kabupaten Tanah Laut berharap kerja sama lintas sektor dapat terus berlanjut sehingga pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat dapat ditangani secara berkelanjutan, terutama selama musim kemarau yang berdampak pada ketersediaan sumber air.
Di tengah keterbatasan pasokan, pendataan warga melalui RT menjadi salah satu langkah yang ditekankan pemerintah agar masyarakat yang membutuhkan bantuan memiliki jalur pengajuan yang jelas dan dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan serta kemampuan sumber daya yang tersedia.(suarapancasila.id-foto:ist/mctala)











