Kemarau di Brebes, 7 Desa di Wilayah Selatan Hampir Setiap Hari Dapat Bantuan Air Bersih

BREBES (JATENG), SUARAPANCASILA.ID – Pemerintah Kabupaten Brebes bersama TNI-Polri, BPBD, Satpol PP, Damkar, relawan, dan sejumlah instansi terkait meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau.

Kekeringan mulai dirasakan di sejumlah wilayah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes mencatat sedikitnya tujuh desa di wilayah selatan membutuhkan distribusi air bersih hampir setiap hari.

Kondisi tersebut disampaikan dalam Apel Gelar Pasukan dan Peralatan Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Kemarau serta Antisipasi Bencana Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Halaman KPT Brebes, Rabu (5/8/2026).

Bacaan Lainnya

Apel dipimpin Kapolres Brebes AKBP Muhammad Ali Akbar dan diikuti unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), organisasi perangkat daerah, personel gabungan, serta relawan kebencanaan.

Setelah apel, petugas melakukan pengecekan personel dan peralatan. Langkah itu dilakukan untuk memastikan seluruh unsur memiliki kesiapan operasional apabila terjadi bencana selama musim kemarau.

Kapolres Brebes AKBP Muhammad Ali Akbar mengatakan kesiapan tersebut merupakan bentuk sinergi antarlembaga dalam mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan.

“Ini sebagai wujud bahwa Kabupaten Brebes siap melaksanakan maupun menanggulangi ancaman kebakaran hutan dan lahan. Masing-masing instansi sudah siap personel dan siap peralatan, sehingga ketika terjadi bencana kita sudah memiliki kolaborasi dan sinergi bersama,” ujar Ali Akbar.

Menurut Ali Akbar, personel dari instansi terkait telah disiagakan selama 24 jam. Kecepatan koordinasi menjadi salah satu faktor penting dalam penanganan bencana.

“Ketika terjadi bencana kita sudah memiliki kolaborasi dan sinergi bersama,” katanya.

Ia juga mengajak masyarakat turut melakukan pencegahan kebakaran. Menurutnya, kebakaran hutan dan lahan tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat akibat asap.

Selain itu, asap kebakaran berpotensi mengganggu aktivitas warga dan pengguna jalan, terutama karena Brebes memiliki sejumlah jalur lalu lintas yang padat.

“Mari bersama-sama kita mencegah bahaya Karhutla. Selain membahayakan kesehatan dan lingkungan, pelaku yang sengaja membakar lahan juga dapat dikenai ancaman pidana lebih dari lima tahun penjara,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Brebes Budhi Darmawan mengatakan persiapan menghadapi musim kemarau telah dilakukan sejak April 2026.

BPBD menggelar rapat koordinasi pada 25 April 2026 dengan melibatkan Forkopimda, camat, kepala perangkat daerah, dan relawan kebencanaan.

Koordinasi tersebut menjadi bagian dari langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan dan bencana lain yang dapat meningkat selama musim kemarau.

Hingga saat ini, BPBD telah menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah desa yang mengalami kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.

“Ancaman kekeringan hampir terjadi di seluruh kecamatan dengan kategori sedang. Namun wilayah selatan menjadi yang paling berat. Ada sekitar tujuh desa yang hampir setiap hari kami lakukan dropping air bersih karena permintaannya cukup tinggi,” kata Budhi.

Menurut Budhi, wilayah selatan menjadi daerah yang paling membutuhkan perhatian dalam penanganan kekeringan. Distribusi air bersih dilakukan berdasarkan permintaan dan kondisi masyarakat di lapangan.

Ia memperkirakan musim kemarau masih akan berlangsung hingga beberapa bulan ke depan. Puncak kemarau diperkirakan terjadi mulai pertengahan Agustus hingga Oktober.

Karena itu, BPBD terus melakukan koordinasi dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta unsur terkait lainnya untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat dapat ditangani.

Selain kekeringan, potensi kebakaran juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Kepala Satpol PP Kabupaten Brebes Caridah mengatakan hingga Selasa (4/8/2026), tercatat 32 titik kebakaran di Kabupaten Brebes.

Kebakaran tersebut terjadi di sejumlah lahan kering dan rumah hunian.

Caridah meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika beraktivitas di sekitar lahan yang mudah terbakar.

“Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati, melakukan deteksi dini, tidak membuang atau menyalakan api sembarangan di lahan kering, serta menghindari tindakan kecil yang dapat memicu kebakaran meluas. Keselamatan masyarakat merupakan tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Dengan potensi kekeringan dan kebakaran yang masih berlangsung, pemerintah daerah meminta masyarakat tidak hanya mengandalkan penanganan setelah bencana terjadi. Pencegahan sejak dini dinilai menjadi langkah penting untuk mengurangi dampak musim kemarau terhadap warga dan lingkungan di Kabupaten Brebes.

suarapancasilaid'

Pos terkait