Kemkomdigi Sudah Tepat Menangani Keamanan Digital Indonesia Sebagai Ekosistem Menyeluruh

NASIONAL, SUARA PANCASILA.ID – Penguatan keamanan ruang digital Indonesia perlu dilakukan dari hulu hingga hilir, mulai dari memastikan identitas pengguna, memperkuat perlindungan data pribadi, memberantas perjudian daring, hingga meningkatkan tanggung jawab platform digital.

Ketua Lembaga Riset Keamanan Siber dan Komunikasi (CISSReC), Pratama Persadha menilai arah kebijakan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) dalam dua tahun terakhir mulai menempatkan keamanan ruang digital sebagai ekosistem yang perlu ditangani secara menyeluruh.

Menurut dia, upaya membangun ruang digital yang aman dan tepercaya tidak cukup hanya melalui pemutusan akses terhadap konten bermasalah “Keamanan ruang digital tidak cukup dibangun dari sisi hilir. Penguatan pencegahan dari hulu juga diperlukan,” ujar Pratama, Jumat (2/10/2026).

Bacaan Lainnya

Salah satu langkah yang dinilai penting ialah penguatan registrasi pelanggan seluler melalui verifikasi biometrik. Penggunaan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan pengenalan wajah diharapkan dapat memperkuat keterkaitan nomor seluler dengan identitas pemilik yang sah.

Kebijakan tersebut berpotensi mempersempit ruang penyalahgunaan nomor seluler untuk berbagai tindak kejahatan digital, seperti penipuan, phishing, pemerasan, hingga penyalahgunaan kode one-time password (OTP).

Namun, Pratama mengingatkan penguatan identitas digital harus diikuti dengan perlindungan data yang ketat. Data biometrik, khususnya data wajah, memiliki karakter berbeda dari kata sandi karena tidak dapat dengan mudah diganti apabila terjadi kebocoran.

Karena itu, perlindungan harus diterapkan sepanjang siklus hidup data, mulai dari pengumpulan, transmisi, penyimpanan, pemrosesan, hingga penghapusan. Pembatasan akses, enkripsi, audit keamanan, minimisasi data, dan mekanisme pertanggungjawaban apabila terjadi insiden juga perlu menjadi bagian dari penerapan sistem tersebut.

Selain penguatan identitas pengguna, penanganan perjudian daring juga membutuhkan pendekatan yang tidak berhenti pada pemblokiran situs. Menurut Pratama, pelaku perjudian daring dapat dengan cepat memindahkan aktivitasnya ke berbagai ruang digital, termasuk situs baru, media sosial, iklan, maupun kanal digital lainnya. Karena itu, pengendalian perlu diarahkan pada ekosistem peredaran dan paparan konten perjudian.

Dalam konteks tersebut, penerapan Sistem Kepatuhan Moderasi Konten (SAMAN) menjadi salah satu instrumen penting untuk mendorong platform digital lebih bertanggung jawab dalam menangani konten yang melanggar ketentuan.

Pendekatan ini menempatkan keamanan ruang digital sebagai tanggung jawab bersama. Pemerintah berperan melalui regulasi dan pengawasan, sementara platform memiliki tanggung jawab terhadap ekosistem digital yang mereka kelola.

Pratama Persadha menilai mekanisme tersebut perlu terus diperkuat melalui pengawasan, transparansi, evaluasi, dan peningkatan kapasitas teknis. Pasalnya, bentuk ancaman digital terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi. Salah satu tantangan baru ialah pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) untuk mendukung penipuan, impersonasi, pembuatan konten palsu, dan berbagai bentuk manipulasi digital.

Menurut Pratama, perkembangan kebijakan keamanan ruang digital dalam dua tahun terakhir menunjukkan cakupan yang semakin luas. Isunya tidak lagi sebatas pengendalian konten, tetapi juga mencakup identitas pengguna, perlindungan data, tanggung jawab platform, serta perlindungan masyarakat.

Arah tersebut perlu terus diperkuat dengan menjaga keseimbangan antara keamanan, privasi, inovasi, dan hak masyarakat. “Ruang digital yang aman dan tepercaya tidak dapat dibangun pemerintah seorang diri,” kata Pratama.

Ia menambahkan, negara perlu hadir melalui regulasi dan pengawasan, platform perlu bertanggung jawab terhadap ekosistem yang dikelolanya, sedangkan masyarakat perlu diperkuat melalui literasi digital.

Kolaborasi ketiga unsur tersebut menjadi penting karena perkembangan ancaman digital berlangsung lebih cepat dan semakin kompleks. Dengan penguatan regulasi, teknologi, tanggung jawab platform, serta literasi masyarakat secara bersamaan, fondasi ruang digital Indonesia yang aman, sehat, bertanggung jawab, dan tepercaya dapat terus diperkuat.

suarapancasilaid'

Pos terkait