JOMBANG (JATIM).SUARAPANCASILA.ID – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif Universitas Islam Darul ‘Ulum (UNISDA) Lamongan dan Universitas Hasyim Asy’ari (UNHASY) Jombang menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) berbahan dasar limbah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).(17/7/2026)
Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mendukung program Pemberdayaan Pangan Lestari (P2L) di Desa Rejoagung sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan limbah organik yang ramah lingkungan.
Pelatihan menghadirkan Ibu Dian Eka Kusumawati, S.P., M.P. sebagai narasumber yang memberikan materi mengenai pengelolaan limbah organik menjadi pupuk organik cair. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa limbah organik dari dapur, seperti sisa sayuran, kulit buah, dan bahan organik lainnya, memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan kembali melalui proses fermentasi sehingga menghasilkan pupuk yang kaya unsur hara dan bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, serta praktik langsung pembuatan POC.
Peserta dikenalkan pada tahapan pembuatan pupuk organik cair, mulai dari proses pemilahan limbah organik, pencacahan bahan, pencampuran dengan bahan pendukung dan aktivator, proses fermentasi, hingga cara penyimpanan dan penggunaan pupuk pada tanaman. Melalui praktik tersebut, peserta memperoleh pengalaman langsung sehingga diharapkan mampu menerapkan teknik pembuatan POC secara mandiri.
Pelatihan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa KKN Kolaboratif UNISDA Lamongan dan UNHASY Jombang dalam mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Selain mengurangi jumlah limbah organik yang dihasilkan dari dapur SPPG, kegiatan ini juga memberikan solusi sederhana bagi masyarakat untuk menghasilkan pupuk organik yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Mereka aktif mengikuti setiap sesi, mengajukan pertanyaan, serta berdiskusi mengenai penerapan pupuk organik cair pada berbagai jenis tanaman di lingkungan rumah maupun lahan pertanian. Hal ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap inovasi pengelolaan limbah yang dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus mendukung peningkatan produktivitas pertanian.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Rejoagung dapat menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, sehingga limbah organik tidak lagi dipandang sebagai sampah, melainkan sebagai sumber daya yang memiliki nilai guna.
KKN Kolaboratif UNISDA Lamongan dan UNHASY Jombang berharap kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun budaya pengelolaan limbah yang berkelanjutan serta mendukung terwujudnya ketahanan pangan dan lingkungan yang lebih sehat di Desa Rejoagung.
[Yzd]











