KKNT UB Resmi Dimulai di Bojonegoro, 487 Mahasiswa Siap Dampingi Pengembangan Peternakan Desa

BOJONEGORO (JATIM) SUARAPANCASILA.ID– Sebanyak 487 mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi Peternakan Universitas Brawijaya (UB) Malang resmi diterjunkan untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) di Kabupaten Bojonegoro. Program pengabdian masyarakat tersebut akan berlangsung selama satu bulan, mulai 1 hingga 30 Juli 2026, dengan fokus pada penguatan sektor peternakan berbasis potensi desa.

Pelepasan peserta KKNT dilakukan di Pendopo Malowopati, Rabu (1/7/2026), oleh Bupati Bojonegoro Setyo Wahono. Kegiatan ini juga dihadiri Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Peternakan UB Muhammad Halim Natsir, Plt. Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Bojonegoro Helmy Elisabeth, jajaran perangkat daerah, dosen pembimbing, serta mahasiswa peserta KKNT.

Bupati Setyo Wahono menyebut kehadiran mahasiswa menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan yang mampu membawa gagasan, inovasi, sekaligus solusi terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat, khususnya di sektor peternakan.

“Gunakan kesempatan ini untuk belajar dari masyarakat sekaligus mengimplementasikan ilmu yang dimiliki. Saya berharap program yang dijalankan dapat memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi desa,” kata Setyo Wahono.

Ia menilai sektor peternakan di Bojonegoro masih memiliki peluang besar untuk dikembangkan. Karena itu, mahasiswa diharapkan mampu memberikan pendampingan melalui pendekatan ilmiah, mulai dari peningkatan kualitas budidaya, kesehatan ternak, pengolahan hasil peternakan, hingga pemanfaatan teknologi dalam usaha peternakan.

Plt. Kepala Brida Bojonegoro Helmy Elisabeth menjelaskan, para mahasiswa akan ditempatkan di 32 desa yang tersebar di Kecamatan Tambakrejo, Dander, Ngambon, dan Ngasem. Tema yang diangkat dalam KKNT tahun ini adalah “Penguatan Kapasitas Peternakan melalui Pendekatan Terpadu untuk Mewujudkan Desa Sejahtera, Mandiri, dan Inovatif Berbasis Peternakan Berkelanjutan.”

Program yang akan dilaksanakan meliputi pendampingan kelompok peternak, penerapan teknologi tepat guna, digitalisasi administrasi usaha peternakan, pengembangan produk olahan bernilai tambah, hingga penyusunan rekomendasi pembangunan berbasis potensi desa.

Sementara itu, Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Peternakan UB Muhammad Halim Natsir menegaskan bahwa KKNT merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang bertujuan mendekatkan mahasiswa dengan masyarakat.

Ia berpesan agar seluruh peserta menjaga nama baik almamater, menjunjung tinggi etika selama berada di lokasi, serta mampu membangun kolaborasi yang baik dengan pemerintah desa dan masyarakat.

“Jadikan KKNT sebagai pengalaman berharga untuk mengasah kemampuan, membangun kepedulian sosial, dan menghadirkan kontribusi nyata bagi kemajuan desa,” tuturnya.

suarapancasilaid'

Pos terkait