BOJONEGORO (JATIM) SUARAPANCASILA.ID – Komisi C DPRD Kabupaten Bojonegoro mendorong pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Kebencanaan lintas sektor. Langkah ini dinilai penting untuk menyatukan penanganan kekeringan, banjir, banjir bandang, banjir kota, puting beliung hingga kebakaran hutan.
Dorongan tersebut mengemuka dalam rapat kerja Komisi C bersama organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi terkait, Selasa (6/10/2026).
Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro, Ahmad Supriyanto, mengatakan sejumlah OPD telah memiliki program kebencanaan. Namun, pelaksanaannya perlu diperkuat melalui koordinasi dan kolaborasi lintas sektor.
“Di masing-masing OPD itu sudah ada program kebencanaan. Ini yang perlu disatukan melalui kerja sama lintas sektoral dan kolaborasi,” tegasnya.
Menurutnya, Satgas Kebencanaan nantinya menjadi pusat koordinasi untuk menyatukan data, kajian, perencanaan hingga langkah penanganan bencana di Kabupaten Bojonegoro.
“Ini bisa terjadi ketika ada tim penanganan kebencanaan di Kabupaten Bojonegoro yang terdiri dari lintas sektoral,” ujarnya.
Rapat tersebut melibatkan BPBD, Bappeda, Perumda Tirta Buana, Cipta Karya, Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA), Perhutani hingga Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
Komisi C juga mendorong perubahan pola penanganan bencana dari sekadar respons darurat menuju mitigasi jangka panjang. Kekeringan, misalnya, tidak boleh terus diselesaikan dengan dropping air bersih setiap tahun.
“Tidak hanya penanganan jangka pendek, tapi jangka panjang,” imbuhnya.
Komisi C berharap gagasan pembentukan Satgas tersebut segera diterjemahkan menjadi kebijakan dan program konkret, terutama dalam perencanaan pembangunan 2027–2028.











