Lestarikan Seni Tradisi, Disbudpar Bojonegoro Gelar Adu Tembang Sandur antar Pelajar

BOJONEGORO (JATIM) SUARAPANCASILA.ID – Memeriahkan Hari Jadi ke-349 Kabupaten Bojonegoro, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) menggelar Festival Tembang Sandur 2026 di Alun-alun Bojonegoro, Sabtu (24/10/2026).

Festival ini menjadi upaya melestarikan kesenian tradisional sekaligus mengenalkan warisan budaya daerah kepada generasi muda.

Belasan peserta dari SMP dan MTs se-Kabupaten Bojonegoro beradu kemampuan membawakan tembang Sandur. Mereka tampil membawa kekayaan seni tradisi lokal dalam rangkaian peringatan hari jadi kabupaten yang mengusung semangat kebanggaan terhadap budaya daerah.

Bacaan Lainnya

SMP Negeri 1 Trucuk berhasil meraih juara pertama dengan nilai 258. Posisi kedua ditempati SMP Muhammadiyah 9 dengan nilai 252, disusul SMP Negeri 2 Bojonegoro dengan nilai 246.

Prestasi SMPN 1 Trucuk terbilang istimewa. Para siswa hanya menjalani persiapan selama dua minggu. Bahkan, sebagian peserta awalnya belum mengenal Sandur, tetapi mampu tampil maksimal hingga meraih juara pertama.

Pembina tim SMPN 1 Trucuk, Dwi Kurniawati, mengaku bersyukur atas pencapaian anak didiknya. Menurutnya, festival tersebut tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga membuka jalan bagi siswa untuk mengenal dan mencintai kesenian tradisional Bojonegoro.

“Dengan persiapan yang sangat singkat ini, alhamdulillah anak-anak bisa tampil maksimal. Awalnya mereka tidak tahu apa itu Sandur, tetapi sekarang justru menyukainya,” ungkap Dwi.

Sementara itu, juara harapan pertama diraih SMPN 1 Kedewan dengan nilai 242, harapan kedua SMPN 1 Dander dengan nilai 241, dan harapan ketiga SMPN 1 Bojonegoro dengan nilai 240.

Sekretaris Disbudpar Kabupaten Bojonegoro, Lukiswati, menegaskan bahwa festival ini merupakan bagian dari upaya pemerintah melindungi dan melestarikan kesenian tradisional. Ia merujuk pada Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan sebagai landasan pelestarian warisan budaya bangsa.

Melalui Festival Tembang Sandur 2026, Disbudpar Bojonegoro berharap semakin banyak pelajar mengenal, mencintai, dan turut menjaga kesenian tradisional.

Momentum Hari Jadi ke-349 Kabupaten Bojonegoro pun menjadi pengingat bahwa kebanggaan terhadap daerah tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan, tetapi juga melalui upaya merawat identitas dan warisan budaya agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

suarapancasilaid'

Pos terkait