JOMBANG ( JATIM).SUARAPANCASILA.ID – Tim Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) Universitas PGRI Jombang mulai mengimplementasikan Program LASKARA (Penguatan Literasi dan Efikasi Diri melalui Siklus Pembelajaran 5E Terintegrasi Metode Fernald dan Cognitive Behavioral Therapy/CBT) di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Ar-Ridlo.
Melalui rangkaian kegiatan yang tertuang dalam kurikulum LASKARA, program ini menghadirkan pembelajaran literasi yang dikemas secara interaktif untuk membantu meningkatkan kemampuan membaca sekaligus membangun kepercayaan diri anak-anak asuh.Pada Minggu (19/7)
Program LASKARA dilaksanakan oleh tim PKM-PM Universitas PGRI Jombang yang diketuai Chalimatus Sa’diyah, dengan anggota Ahmad Firman Syah, Santika Aliyah Firdaus, Farda Rahmawanda, dan M. Zainur Rohman Al-Fa’iqi, di bawah bimbingan Banu Wicaksono, S.S., M.Pd. selaku dosen pendamping.
Program LASKARA hadir sebagai bentuk implementasi pengabdian mahasiswa dalam menjawab permasalahan rendahnya kemampuan literasi dasar dan efikasi diri anak-anak LKSA Ar-Ridlo. Kondisi tersebut mendorong tim PKM-PM menghadirkan model pembelajaran yang mengintegrasikan Learning Cycle 5E, metode Fernald berbasis multisensori, serta pendekatan Cognitive Behavioral Therapy (CBT) sehingga pembelajaran tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca, tetapi juga penguatan aspek psikologis anak.
Pelaksanaan program diawali melalui PIJAR LASKARA, yaitu kegiatan sosialisasi program sekaligus asesmen awal kemampuan literasi membaca menggunakan instrumen Early Grade Reading Assessment (EGRA) yang telah dikembangkan sesuai kebutuhan program. Selain itu, tim juga melakukan pengukuran efikasi diri peserta untuk mengetahui tingkat keyakinan mereka terhadap kemampuan yang dimiliki.
Hasil asesmen tersebut kemudian menjadi dasar dalam menyusun strategi pembelajaran yang lebih adaptif sesuai karakteristik masing-masing anak.
Setelah memperoleh gambaran kondisi awal peserta, tim melaksanakan Training of Trainers (ToT) bersama para pengasuh LKSA Ar-Ridlo. Melalui pelatihan tersebut, pengasuh diharapkan mampu melanjutkan pendampingan literasi secara mandiri sehingga keberlanjutan program tetap terjaga setelah masa pengabdian berakhir.
Memasuki tahap LASKARA KARSA, suasana belajar mulai dibangun melalui berbagai aktivitas yang menyenangkan. Pertemuan pertama dikemas dalam kegiatan “Aku Senang Belajar” dengan permainan tebak gambar dan kata, storytelling, serta boardgame interaktif yang mampu mencairkan suasana dan menumbuhkan rasa aman anak selama belajar. Selanjutnya, pada kegiatan “Aku Pasti Bisa”, peserta diajak mengucapkan afirmasi positif, mengikuti mini challenge membaca sederhana, serta memainkan permainan edukatif yang dirancang untuk meningkatkan efikasi diri mereka.
Kegiatan tersebut berhasil menciptakan suasana belajar yang aktif dan penuh antusias. Anak-anak yang pada awalnya tampak malu mulai berani menjawab pertanyaan, mengikuti permainan bersama teman-temannya, hingga menunjukkan semangat ketika diminta membaca kata-kata sederhana. Penggunaan media pembelajaran interaktif membuat proses belajar terasa seperti bermain sehingga peserta lebih mudah terlibat dalam setiap aktivitas.
Ketua Tim PKM-PM, Chalimatus Sa’diyah, menjelaskan bahwa perubahan perilaku belajar anak mulai terlihat sejak pelaksanaan LASKARA Karsa
“Tahap awal ini menjadi fondasi penting sebelum anak memasuki pembelajaran literasi yang lebih intensif. Kami melihat anak-anak mulai lebih berani berbicara, tidak takut mencoba membaca, dan antusias mengikuti setiap permainan edukatif. Hal tersebut menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran yang menyenangkan mampu membangun motivasi belajar mereka.”ujarnya
Ketua LKSA Ar-Ridlo, Ibu Efik Mufidah, mengaku merasakan perubahan positif pada anak-anak sejak Program LASKARA dilaksanakan.
“Kami melihat perubahan yang cukup nyata. Anak-anak sekarang lebih bersemangat ketika waktu belajar tiba. Beberapa anak yang sebelumnya enggan membaca mulai berani mencoba mengeja bahkan meminta tambahan waktu untuk belajar menggunakan media yang dibawa tim LASKARA. Program ini benar-benar menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus membangun rasa percaya diri mereka.”
Sementara itu, dosen pendamping PKM-PM, Banu Wicaksono, S.S., M.Pd., menilai bahwa keberhasilan tahap awal program menunjukkan pentingnya pendekatan pembelajaran yang menyesuaikan kebutuhan peserta.
“Pengabdian kepada masyarakat tidak cukup hanya memberikan materi, tetapi harus mampu menghadirkan solusi yang sesuai dengan kondisi mitra. Program LASKARA memperlihatkan bagaimana inovasi pembelajaran berbasis riset dapat diterapkan secara nyata dan memberikan dampak positif bagi perkembangan literasi maupun karakter anak.”
Dalam waktu dekat, program LASKARA akan memasuki tahap LASKARA TUTUR (Explanation) dan dilanjutkan dengan program LAKSARA lainnya. Tim berharap seluruh rangkaian program dapat meningkatkan kemampuan literasi, efikasi diri, serta membentuk lingkungan belajar yang lebih inklusif dan berkelanjutan di LKSA Ar-Ridlo Jombang.
[CS]











