Melacak dan Menggali Jejak-Jejak Peradaban Kebudayaan Nusantara, Menemukan Akar Jati Diri Bangsa.

MALANG, SUARAPANCASILA.ID – Sebuah langkah agung bagi kebangkitan nilai luhur tanah air akan segera terwujud: Himpunan Penghayat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa menggelar Kongres Kebudayaan Nusantara 2026 pada tanggal 8 Agustus mendatang di Kota Malang. Forum bersejarah ini menjadi panggung pertemuan jiwa bangsa—menyatukan pelaku budaya, akademisi, tokoh adat, serta perwakilan pemerintah—demi merumuskan arah kemuliaan peradaban Indonesia ke depan.

Ketua Panitia Kongres Kebudayaan Nusantara 2026, Hadi Prajoko, menyampaikan bahwa pertemuan ini lahir dari semangat menjaga warisan leluhur sekaligus melangkah berani menuju masa depan.

“Kongres ini adalah wujud cinta dan tanggung jawab kita bersama: menghidupkan kembali nilai keluhuran, merawat kearifan asli Nusantara, serta mewariskan kekayaan budaya ini dengan utuh dan bermartabat kepada generasi penerus,” ungkapnya dengan penuh harap saat dikonfirmasi awak media, Kamis (30/7/2026).

Bacaan Lainnya

Membuka Jalan Kebenaran Sejarah dan Kebijakan yang Berjiwa

Dalam ruang dialog yang terbuka dan cerdas, kongres ini akan mendalami hal-hal mendasar: merekonstruksi narasi peradaban Nusantara dengan landasan ilmu pengetahuan, meluruskan kekeliruan sejarah, serta membangun fondasi kokoh bagi kebijakan kebudayaan nasional yang berakar pada jati diri bangsa.

Semangat kebersamaan ini pun akan menyebar ke lima penjuru tanah air secara bertahap: Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara, hingga Bali.

“Kami memulai langkah ini dari lima wilayah strategis. Semoga api persatuan budaya ini segera menyala di seluruh pelosok negeri, menyatukan kita dalam satu cita Indonesia,” tambah Hadi Prajoko dengan optimisme yang membara.

Kebudayaan: Rumah Besar dan Kekuatan Abadi Bangsa

Dewan Pengarah Kongres Kebudayaan Nusantara 2026, Dimas Indianto Sastranegoro, menegaskan bahwa momen ini adalah panggilan untuk bangkit bersama.

“Kebudayaan adalah rumah tempat kita semua pulang, sumber kekuatan yang tak pernah lekang oleh waktu. Lewat kongres ini, kita tak sekadar mengenang kejayaan masa lalu—kita sedang merancang masa depan yang gemilang, menjadikan identitas Nusantara sebagai mercusuar di tengah dunia,” ujarnya dengan tegas dan berapi-api.

Ia pun berharap pertemuan ini melahirkan gagasan-gagasan cemerlang yang menjadikan kebudayaan sebagai fondasi utama kemajuan bangsa, sekaligus mengukuhkan nama Indonesia yang berdaulat, bermartabat, dan dicintai dunia.

Mari kita dukung dan sukseskan Kongres Kebudayaan Nusantara 2026—merajut kembali kebesaran Nusantara untuk Indonesia yang semakin mulia.

suarapancasilaid'

Pos terkait