NASIONAL,SUARA PANCASILA.ID – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono, menyatakan kesiapan penuh Indonesia untuk membantu Myanmar, mengakhiri perang saudara yang berkepanjangan melalui mekanisme yang disepakati oleh internal Myanmar sendiri dalam kerangka Konsensus Lima Poin (5PC) ASEAN.
Hal tersebut disampaikan Sugiono, melalui keterangan resmi, dalam pertemuan informal Menlu se-ASEAN bersama Myanmar di Bangkok, Thailand, Minggu (12/7/2026).Sugiono menyatakan, kunci utama dari penyelesaian krisis politik ini berada di tangan masyarakat Myanmar sendiri.
Indonesia, dalam hal ini, memosisikan diri sebagai fasilitator yang siap menjembatani proses komunikasi antarpemangku kepentingan.“Solusi yang berkelanjutan harus bersifat dimiliki Myanmar dan dipimpin Myanmar (Myanmar-owned and Myanmar-led). Indonesia siap membantu membangun jembatan untuk mewujudkan hal tersebut,” ujar Sugiono.
Menurut Sugiono, implementasi 5PC di Myanmar sejauh ini masih menghadapi berbagai tantangan berat, meskipun pemilu awal tahun ini telah berhasil dilaksanakan.Tantangan terbesar yang saat ini dihadapi adalah bagaimana mewujudkan dialog inklusif di tengah situasi perang saudara yang masih berkecamuk. Ia menilai dialog yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan merupakan harga mati demi tercapainya rekonsiliasi.
“Dialog nasional yang inklusif dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan adalah kunci menuju perdamaian dan rekonsiliasi nasional yang berkelanjutan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Sugiono menekankan agar 5PC tetap menjadi acuan utama bagi ASEAN. Fokus utama yang harus dikejar adalah penghentian kekerasan, pembukaan ruang dialog, serta penyediaan bantuan kemanusiaan yang aman dan tanpa diskriminasi.
Indonesia juga mendorong adanya peninjauan objektif terhadap implementasi konsensus tersebut, termasuk pembahasan perpanjangan mandat utusan khusus untuk Myanmar guna menjaga kesinambungan upaya damai.Pertemuan informal di Bangkok diinisiasi oleh Filipina selaku pemegang Keketuaan ASEAN tahun ini, bekerja sama dengan Thailand sebagai tuan rumah.
Kegiatan itu digelar khusus untuk menindaklanjuti pembahasan isu Myanmar pada KTT ke-48 ASEAN di Cebu pada awal Mei 2026, pertemuan daring para Menlu pada 21 Mei 2026, serta kunjungan kerja Menlu RI ke Naypyidaw pada 8 Juni 2026.











