PURWOKERTO (JATENG) SUARAPANCASILA.ID- Majelis Taklim (MT) Fiqhunnisa Masjid Jenderal Besar Soedirman Purwokerto terus memperluas peran dakwahnya melalui program penyuluhan, pembinaan, dan kegiatan sosial kemasyarakatan. Organisasi tersebut kini lebih memfokuskan kegiatannya pada pembinaan remaja, pendampingan mualaf, serta edukasi pencegahan penyalahgunaan narkoba.
Ketua MT Fiqhunnisa, Emma Ali, mengatakan bahwa langkah tersebut diambil karena kegiatan majelis taklim bagi ibu-ibu telah banyak diselenggarakan di berbagai masjid dan musala. Oleh sebab itu, MT Fiqhunnisa memilih mengisi ruang dakwah yang masih membutuhkan perhatian lebih luas.
“Melalui program Goes to School bekerja sama dengan BNN, kajian remaja, serta pembinaan mualaf, kami berharap dapat ikut melahirkan generasi yang berakhlak mulia, beradab, dan terhindar dari narkoba maupun berbagai bentuk kerusakan moral,” ujarnya.
Selain pembinaan remaja, MT Fiqhunnisa juga memberikan perhatian kepada para mualaf. Program tersebut bertujuan membantu para mualaf memahami dasar-dasar ajaran Islam, mulai dari tata cara berwudhu, shalat, hingga membaca Al-Qur’an.
Program pembinaan itu dilaksanakan bersama Banyumas Mualaf Center (BMC) dan telah menjangkau sejumlah wilayah di Kabupaten Banyumas, di antaranya Sumbang, Kaliori, Suro, Kalibagor, Arcawinangun, dan Tanjung.
Pada Minggu (28/6/2026), MT Fiqhunnisa bersama BMC menggelar Daurah Wudhu dan Shalat bagi para mualaf di Kecamatan Sumbang. Kegiatan tersebut menghadirkan Ustadzah Estifa sebagai pemateri yang menyampaikan tata cara wudhu dan shalat sesuai tuntunan syariat.
Acara tersebut juga dihadiri Penasehat Wanita Al Irsyad Cabang Jawa Tengah, Ustadzah Turayya Faris, serta para pembina dan pengurus BMC, di antaranya Ustadz Fajar dan Ustadz Ali, bersama panitia dari MT Fiqhunnisa.
Emma Ali menjelaskan, pembinaan mualaf akan terus berlanjut melalui kajian rutin bulanan serta pembelajaran membaca Al-Qur’an menggunakan metode Tartili yang direncanakan berlangsung dua kali setiap pekan.
“Insya Allah program ini dimulai pada September mendatang. Bulan Agustus kami manfaatkan sebagai masa persiapan karena banyak kegiatan masyarakat dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan, sehingga proses pembelajaran nantinya dapat berjalan lebih fokus,” katanya.
Menurut Emma, membina generasi muda dan mendampingi para mualaf merupakan proses jangka panjang yang memerlukan kesabaran, keikhlasan, serta dukungan berbagai pihak.
Ia berharap seluruh program yang dijalankan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta menjadi bagian dari upaya membangun generasi yang berkarakter dan memperkuat keimanan para mualaf.
“Semoga Allah meridhai setiap langkah yang dilakukan, menjaga generasi muda dari berbagai pengaruh negatif, meneguhkan para mualaf di atas hidayah-Nya, dan menjadikan MT Fiqhunnisa sebagai jalan hadirnya manfaat bagi umat,” tutupnya. (Ciptadi)











