Musyaffa Resmi Pimpin PKB Brebes Periode 2026-2030, Minta Doa NU

BREBES (JATENG), SUARAPANCASILA.ID – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menetapkan Musyaffa sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Kabupaten Brebes masa bhakti 2026–2030. Penetapan tersebut diumumkan dalam kegiatan Sosialisasi Ketetapan Tim Koordinator DPP PKB terhadap calon pimpinan Dewan Tanfidz definitif DPC PKB se-Jawa Tengah yang digelar secara virtual, Kamis (11/6).

Musyaffa yang juga anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah menggantikan Zubad Fahillatah yang telah memimpin PKB Brebes selama 10 tahun. Sebelum dipercaya sebagai ketua, Musyaffa menjabat sebagai Sekretaris DPC PKB Brebes.

Menanggapi penetapan dirinya, Musyaffa menilai rotasi kepengurusan merupakan hal yang lumrah dalam tubuh PKB. “Bagi kami di PKB, sebuah periodisasi kepengurusan adalah hal yang sangat biasa. Proses pemilihan dan penetapan berjalan dengan mekanisme yang sudah diatur oleh DPP dengan rekomendasi DPW,” ujarnya, Jumat (12/6).

Bacaan Lainnya

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Zubad Fahillatah atas kontribusi besar selama satu dekade memimpin partai. “Kami selaku ketua yang ditetapkan oleh DPP, pertama mengucapkan terima kasih atas dedikasi yang luar biasa kepada Mas Zubad, senior kami, sebagai Ketua DPC PKB yang sudah berkontribusi sangat besar selama kepemimpinan sepuluh tahun terakhir,” tuturnya.

Musyaffa berkomitmen melanjutkan sekaligus mengolaborasikan program kerja yang telah dirumuskan pada periode sebelumnya. Ia menekankan pentingnya adaptasi agar keberadaan PKB semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Selain memperkuat internal partai, Musyaffa menegaskan akan merangkul seluruh elemen masyarakat serta meminta doa restu kepada para kiai, alim ulama, dan pengurus cabang Nahdlatul Ulama (NU).

“Tantangan ke depan sebagai pengurus partai politik tentu akan semakin ketat, luas, dan berat seiring perubahan sistem pemilu yang dinamis. Namun, kami akan merangkul semua elemen masyarakat dan memohon doa restu kepada orang tua kami, pengurus cabang Nahdlatul Ulama beserta seluruh otonomnya,” pungkasnya.

suarapancasilaid'

Pos terkait