MURATARA, SUARA PANCASILA.ID – Upaya meningkatkan kualitas hidup keluarga penerima manfaat terus dilakukan melalui kegiatan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) yang digelar di Desa Pangkalan, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Musi Rawas Utara.
P2K2 di Desa Pangkalan Dorong Kemandirian KPM PKH dan Kepedulian terhadap Lansia
Kegiatan ini menyasar 40 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) yang merupakan binaan para pendamping PKH dari Kementerian Sosial Republik Indonesia.
P2K2 atau yang lebih dikenal sebagai “Sekolah PKH” merupakan salah satu sarana edukasi bagi para penerima manfaat untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kapasitas keluarga dalam mengelola kehidupan sehari-hari.
Dalam kegiatan ini, pendamping PKH berperan sebagai mentor yang memberikan pembelajaran dan motivasi, sementara KPM menjadi peserta yang dibimbing menuju kemandirian sosial dan ekonomi.
Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Dinas Sosial Kabupaten Musi Rawas Utara, Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Husnik Roaina, SKM, Kepala Desa Pangkalan Hendra Adi Kusuma beserta jajaran pemerintah desa.
Hadir pula lima pendamping PKH Kementerian Sosial RI, yakni Sukurelah, Sukandar, Wiwin Wulandari, Bayu Ady Wijaya, dan Musadad Kholil.Dalam kesempatan tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai hak dan kewajiban sebagai penerima bantuan sosial PKH.
Selain memperoleh bantuan sesuai dengan komponen yang dimiliki, KPM juga diwajibkan memenuhi berbagai ketentuan program agar kepesertaan dan bantuan yang diterima dapat terus berlanjut sesuai aturan yang berlaku.
Pendamping PKH menjelaskan bahwa bantuan sosial PKH pada dasarnya bersifat sementara. Oleh karena itu, keluarga yang sudah tidak lagi memenuhi kategori atau komponen penerima manfaat akan dilakukan evaluasi sesuai ketentuan program.
Melalui pemahaman tersebut, KPM diharapkan dapat mempersiapkan diri untuk menjadi keluarga yang lebih mandiri secara ekonomi.Selain membahas pengelolaan bantuan sosial, kegiatan P2K2 juga menekankan pentingnya perubahan pola pikir, peningkatan keterampilan hidup, serta penguatan peran keluarga dalam membangun kesejahteraan.
Materi yang diberikan bertujuan mendorong peserta agar mampu mengembangkan potensi yang dimiliki dan tidak bergantung pada bantuan sosial dalam jangka panjang.Pada sesi pembinaan, pendamping PKH turut mengajak masyarakat dan pemerintah desa untuk meningkatkan kepedulian terhadap lanjut usia (lansia).
Masyarakat diimbau untuk senantiasa memperhatikan kesehatan lansia, mengingatkan mereka dalam beribadah, mendorong keikutsertaan pada kegiatan Posyandu Lansia, serta menyediakan lingkungan dan fasilitas yang ramah bagi kelompok usia tersebut.
Sementara itu, keluarga yang memiliki balita diingatkan untuk rutin memanfaatkan layanan kesehatan, khususnya Posyandu Balita, guna memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal serta menjaga kesehatan seluruh anggota keluarga.
Melalui kegiatan P2K2 ini, pemerintah berharap para KPM PKH tidak hanya memperoleh manfaat dari bantuan sosial, tetapi juga memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan yang dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga secara berkelanjutan.











