Panen Raya Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Bojonegoro di Awal 2026

BOJONEGORO (JATIM) SUARAPANCASILA.ID – Panen raya padi yang berlangsung pada awal tahun 2026 menjadi salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bojonegoro. Di tengah tantangan penurunan produksi minyak dan gas bumi (migas), perekonomian daerah tetap mampu tumbuh positif pada Triwulan I-2026.

Berdasarkan data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), ekonomi Bojonegoro tercatat tumbuh sebesar 0,02 persen secara tahunan (year-on-year/y-on-y). Capaian tersebut menunjukkan ketahanan ekonomi daerah yang semakin kuat melalui dukungan sektor non-migas, terutama pertanian.

Sektor pertambangan dan penggalian yang selama ini menjadi kontributor terbesar PDRB Bojonegoro mengalami kontraksi sebesar 8,78 persen akibat penurunan produksi migas. Meski demikian, sektor pertanian mampu mengimbangi tekanan tersebut dengan pertumbuhan yang sangat signifikan.

Bacaan Lainnya

Didukung puncak musim panen padi, sektor pertanian tumbuh 65,94 persen secara triwulanan (quarter-to-quarter/q-to-q) dan 11,38 persen secara tahunan. Kinerja tersebut menjadi bukti bahwa berbagai program penguatan sektor pertanian yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mulai menunjukkan hasil positif.

Peningkatan produksi pertanian tidak hanya menjaga stabilitas ekonomi daerah, tetapi juga memperkuat pendapatan masyarakat di tingkat desa. Berbagai upaya seperti pembangunan dan perbaikan jaringan irigasi, kemudahan akses pupuk, serta pendampingan kepada petani terus dilakukan guna meningkatkan produktivitas pertanian.

Selain pertanian, sejumlah sektor non-migas lainnya juga menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan. Sektor akomodasi, makanan dan minuman tumbuh 11,37 persen, sedangkan sektor jasa lainnya meningkat hingga 14,77 persen secara tahunan.

Perkembangan tersebut mencerminkan semakin bergeraknya aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus menunjukkan bahwa strategi diversifikasi ekonomi yang dilakukan pemerintah daerah berjalan efektif dalam mengurangi ketergantungan terhadap sektor migas.

Di tingkat Jawa Timur, Bojonegoro juga menempati posisi strategis dengan kontribusi sebesar 3,20 persen terhadap pertumbuhan ekonomi non-migas provinsi. Capaian ini menegaskan bahwa sektor-sektor ekonomi kerakyatan semakin berperan dalam menopang pembangunan daerah.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berkomitmen untuk terus memperkuat hilirisasi produk pertanian, mengembangkan UMKM, serta meningkatkan sektor jasa agar pertumbuhan ekonomi dapat berlangsung secara berkelanjutan dan memberikan manfaat yang merata bagi masyarakat

suarapancasilaid'

Pos terkait