Pemkab Banyuasin Perkuat Sinergitas Keamanan Laut Hadapi Tantangan Perairan

BANYUASIN, SUARA PANCASILA.ID – Pemerintah Kabupaten Banyuasin melalui Asisten I, Aminuddin, S.I.P., S.Pd., M.M, Asisten III dan Plt. Kadis Perhubungan Banyuasin, Ir. Zakirin, SP., MM., CGCAE, Kepala Dinas Bappeda dan Litbang Banyuasin, Dr. dr. Hj. Rini Pratiwi, M.Kes., FISQua, dan Plt. Kadis Kominfo-SP, Hj. Ida Bahagia, S.H.,M.M, mengikuti Rapat Koordinator Penguatan Sinergitas Forum Keamanan, Keselamatan, dan Penegakan Hukum di wilayah perairan Indonesia dan wilayah yurisdiksi Indonesia dalam menghadapi dinamika isu keamanan dan keselamatan laut, khususnya di wilayah perairan Sumatera Selatan.

Kegiatan yang dilaksanakan di Aston Hotel (Rabu, 24/6) ini membahas pentingnya pengelolaan ruang laut yang tidak hanya berorientasi pada pemanfaatan ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek keamanan laut dan kepentingan negara.

Dalam rakor kali ini, Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Pandji Tjahjanto,S.Hut.,M.Si, bersama narasumber lainnya dari unsur Kepala Badan Intelijen Negara Sumsel, Sudadi, S.H., M.H dan dari Akademisi Dekan Fakultas Hukum Unsri, Prof. Dr. H. Joni Emirzon, S.H., M.Hum, FCBarb., FIIArb membahas berbagai dinamika keamanan laut serta pentingnya kolaborasi antarinstansi.

Bacaan Lainnya

Pandji mengatakan bahwa Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) selaku koordinator keamanan dan keselamatan perairan menekankan pentingnya penguatan langkah strategis antara pemerintah pusat dan daerah.

“Adapun sejumlah tantangan yang menjadi perhatian dalam pengelolaan laut di antaranya penyelundupan, peredaran barang ilegal, distribusi BBM ilegal, illegal fishing, serta berbagai bentuk kejahatan lintas negara”, ujarnya.

Sementara itu, Kepala BIN Sumsel menyoroti ancaman penyelundupan dan kejahatan lintas negara yang masih menjadi tantangan bersama. Salah satu kasus yang menjadi perhatian adalah pengungkapan penyelundupan 24 kilogram sabu pada Januari 2025 dan penangkapan kurir narkotika.

Melalui forum ini, pemerintah berupaya mengidentifikasi persoalan secara akurat, menyusun strategi penanganan, serta memastikan setiap kebijakan yang dibuat memberikan dampak nyata bagi keamanan, keselamatan, dan perekonomian masyarakat.

Kabupaten Banyuasin menjadi salah satu wilayah yang memiliki peran penting dalam sektor kelautan dan perikanan di Sumatera Selatan. Banyuasin tercatat sebagai daerah dengan produksi perikanan terbesar di Sumsel, sehingga penguatan keamanan laut menjadi bagian penting dalam menjaga potensi ekonomi daerah.

Dalam upaya menjaga ekosistem laut dan pesisir, Banyuasin juga terus melakukan berbagai langkah, salah satunya melalui Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) yang saat ini berjumlah 23 kelompok.Selain itu, program rehabilitasi mangrove tahun 2024 telah dilaksanakan dengan penanaman sekitar 6.000 batang mangrove di Desa Sungsang IV, Kecamatan Banyuasin II.

Letak strategis Banyuasin yang menjadi salah satu jalur lintas perdagangan menjadikan sinergitas pengamanan laut sangat penting untuk mencegah berbagai aktivitas ilegal yang dapat merugikan masyarakat dan negara.

Melalui forum koordinasi ini, Pemerintah Kabupaten Banyuasin berkomitmen memperkuat kerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga keamanan, keselamatan, serta pemanfaatan ruang laut secara optimal untuk mendukung pembangunan daerah dan nasional.

suarapancasilaid'

Pos terkait