Pemkab Siak Pastikan 13 Kegiatan Kebudayaan Didukung APBN

SIAK, SUARA PANCASILA.ID –  Pemerintah Kabupaten Siak memastikan pelestarian kebudayaan tetap berjalan di tengah keterbatasan anggaran daerah. Pada 2026, sebanyak 13 kegiatan kebudayaan mendapat dukungan pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), termasuk Festival Siak Bermadah.

Bupati Siak Afni Zulkifli mengatakan dukungan tersebut diperoleh setelah Pemkab Siak mengusulkan sejumlah program kebudayaan kepada pemerintah pusat. Langkah itu dilakukan agar kegiatan kebudayaan tetap berjalan meski ruang fiskal daerah terbatas.

“Gerak pembangunan dipastikan tetap berjalan di Kabupaten Siak, termasuk kegiatan kebudayaan. Kita tidak boleh menyerah. Kalau APBD tidak ada, kita masih punya sumber-sumber pembiayaan lainnya,” kata Afni saat membuka kegiatan kebudayaan di halaman Balairung Sri, Senin (10/8/2026).

Bacaan Lainnya

Menurut Afni, Festival Siak Bermadah yang sebelumnya terkena efisiensi anggaran dipastikan tetap digelar tahun ini dengan dukungan APBN.

“Alhamdulillah, tahun ini ada sekitar 13 kegiatan kebudayaan yang insyaallah didanai APBN, termasuk Festival Siak Bermadah yang sebelumnya sempat kita efisiensikan. Insyaallah tahun ini akan kita laksanakan dan dananya tidak dari APBD,” ujarnya.

Selain kegiatan kebudayaan, revitalisasi Istana Siak dan Balairung Sri juga mulai dilaksanakan tahun ini dengan dukungan APBN. Sebelumnya, revitalisasi tersebut direncanakan menggunakan APBD, tetapi tertunda akibat efisiensi anggaran.

“Tahun ini insyaallah kita akan memulai revitalisasi Istana dan Balairung Sri dari APBN. Ini ikhtiar kita,” tegas Afni.Afni menegaskan Pemkab Siak akan terus mencari sumber pembiayaan lain untuk memastikan program pembangunan dan kebudayaan tetap berjalan.

“Kita tidak boleh menyerah terhadap kondisi ini. Kita terus mengetuk pintu-pintu yang ada,” kata dia.Ia juga meminta kegiatan kebudayaan diperluas hingga ke kecamatan agar pelestarian budaya Melayu semakin dekat dengan masyarakat dan generasi muda.

“Denyut kemelayuan dan kebudayaan itu coba kita luaskan di kecamatan. Memang pusatnya di Siak, tetapi kegiatan bisa saja dilaksanakan di tempat lain,” ujar dia.

suarapancasilaid'

Pos terkait