PHRI Riau Gandeng Polda Perkuat Keamanan Industri Pariwisata

SIAK, SUARA PANCASILA.ID –  Badan Pimpinan Daerah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPD PHRI) Provinsi Riau menjalin kerja sama strategis dengan Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda Riau dan PT BTN Pekanbaru untuk memperkuat sistem keamanan di sektor pariwisata dan perhotelan.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dalam kegiatan Sosialisasi Sistem Manajemen Pengamanan Objek Vital Nasional dan Objek Tertentu yang digelar di Ballroom Hotel Mutiara Merdeka, Pekanbaru, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri pengelola objek wisata, pelaku usaha perhotelan, perwakilan pemerintah daerah, serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Forum tersebut menjadi momentum untuk menyelaraskan pemahaman mengenai standar keamanan guna mendukung pertumbuhan sektor pariwisata Riau.

Bacaan Lainnya

Sekretaris Daerah Kabupaten Siak Mahadar mengimbau masyarakat dan penyelenggara acara (event organizer/EO) yang akan menggelar kegiatan di dalam maupun luar ruangan hotel agar memenuhi ketentuan keamanan dan perizinan.

“Penyelenggaraan acara ke depan tidak bisa sembarangan lagi. Selain wajib mempersiapkan sarana dan prasarana secara matang, pihak panitia atau EO kini diwajibkan melapor dan mengantongi izin resmi dari Direktorat Pengamanan Objek Vital Polda Riau,” kata Mahadar.

Menurut dia, penguatan pengamanan diperlukan untuk memastikan setiap kegiatan yang diselenggarakan di lingkungan hotel maupun lokasi terbuka dapat berlangsung aman dan tertib.Ketua BPD PHRI Riau, Nofrizal, menegaskan penguatan manajemen risiko dan sistem pengamanan di lingkungan hotel serta lokasi penyelenggaraan acara merupakan hal yang mutlak dilakukan.

“Kami pastikan ini penting untuk mencegah potensi gangguan, sekaligus meningkatkan rasa aman dan kepercayaan wisatawan yang berkunjung ke Riau,” ujar Nofrizal.Ia menambahkan, sinergi antara PHRI, kepolisian, sektor perbankan, dan pemerintah daerah diharapkan dapat mendorong peningkatan kunjungan wisatawan sekaligus mempermudah aktivitas kepariwisataan.

Kolaborasi tersebut juga dinilai dapat menggerakkan perekonomian lokal, khususnya sektor perhotelan dan kuliner melalui berbagai penyelenggaraan kegiatan dan event.Melalui kemitraan tersebut, Provinsi Riau berkomitmen menciptakan iklim industri pariwisata dan ekonomi kreatif yang aman, profesional, dan berdaya saing.

Sejalan dengan itu, regulasi penyelenggaraan kegiatan ke depan akan diperketat guna memastikan aspek keamanan dan keselamatan publik tetap menjadi prioritas.

Dengan penguatan sistem manajemen pengamanan, seluruh pihak diharapkan dapat menciptakan ekosistem pariwisata yang memberikan rasa aman bagi wisatawan, pelaku usaha, dan masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

suarapancasilaid'

Pos terkait