BREBES (JATENG), SUARAPANCASILA.ID – Bertahun-tahun lamanya, Sungai Ciraja menjadi batas yang memisahkan kehidupan warga Desa Bangbayang dan Desa Bantarkawung, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes. Ketika musim hujan datang dan air sungai meluap hingga mencapai lima meter, aktivitas warga nyaris terhenti. Anak-anak kesulitan berangkat ke sekolah, petani terlambat membawa hasil panen, sementara warga yang hendak berobat harus memutar jalan dengan jarak yang jauh.
Kini, cerita itu mulai berubah.
Pada Kamis, 23 Juli 2026, Jembatan Gantung Perintis sepanjang 60 meter yang membentang di atas Sungai Ciraja resmi dioperasikan. Jembatan yang dibangun Kodim 0713/Brebes itu menjadi penghubung pertama yang memungkinkan ribuan warga dua desa melintas dengan aman tanpa lagi bergantung pada surutnya air sungai.
Peresmian dilakukan secara serentak oleh Pangdam IV/Diponegoro dari Kabupaten Pekalongan dan diikuti secara daring oleh seluruh jajaran Kodam IV/Diponegoro, termasuk di Desa Bangbayang.
Selama puluhan tahun, Sungai Ciraja bukan hanya bentang alam. Sungai itu menjadi penghalang yang membatasi akses masyarakat menuju sekolah, puskesmas, pusat pemerintahan, hingga pasar. Saat debit air meningkat, warga kerap memilih menunggu berjam-jam, bahkan menunda aktivitas demi menghindari risiko terseret arus.
Keberadaan jembatan ini diperkirakan akan melayani sekitar 15.500 jiwa atau 2.350 kepala keluarga di Desa Bangbayang dan Desa Bantarkawung. Bagi mereka, jembatan tersebut bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan jawaban atas harapan yang telah disimpan selama bertahun-tahun.
Wakil Bupati Brebes Wurja mengatakan manfaat jembatan akan dirasakan langsung oleh masyarakat sehingga keberadaannya perlu dijaga bersama.
“Setelah diresmikan, mari kita jaga bersama jembatan ini agar tetap awet dan dapat dimanfaatkan oleh generasi mendatang,” kata Wurja.
Ia juga mengapresiasi Kodim 0713/Brebes, pemerintah daerah, serta masyarakat yang bergotong royong mewujudkan pembangunan jembatan tersebut.
Komandan Kodim 0713/Brebes Letkol Inf Ambariyantomo mengatakan pembangunan Jembatan Gantung Perintis merupakan bagian dari peresmian serentak di wilayah Jawa Tengah yang dipimpin Pangdam IV/Diponegoro.
Menurut dia, pembangunan jembatan merupakan hasil sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat. Program tersebut juga menjadi bagian dari implementasi program nasional pembangunan 10.000 jembatan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan konektivitas wilayah, terutama daerah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses.
Dengan beroperasinya jembatan tersebut, perjalanan warga menuju sekolah, fasilitas kesehatan, pusat pemerintahan, dan sentra ekonomi diperkirakan menjadi lebih singkat, aman, dan efisien. Distribusi hasil pertanian pun diharapkan semakin lancar sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah selatan Kabupaten Brebes.
Bagi warga Bangbayang dan Bantarkawung, jembatan itu bukan hanya rangkaian baja dan kabel yang membentang di atas Sungai Ciraja. Ia menjadi simbol berakhirnya keterisolasian yang diwariskan selama puluhan tahun, sekaligus membuka harapan baru bahwa akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan kini semakin dekat.











