TANAH LAUT, SUARA PANCASILA.ID – Pemerintah Kabupaten Tanah Laut melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) menggelar Rapat Koordinasi Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Tanah Laut Tahun 2026 di Algoritma Resto, Selasa (7/7).
Kegiatan yang dibuka oleh Wakil Bupati Tanah Laut H. Muhammad Zazuli ini menjadi forum strategis untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam upaya mempercepat penurunan angka stunting di Bumi Tuntung Pandang.
Kepala DP3AP2KB Kabupaten Tanah Laut Maria Ulfah dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan rakor merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Tanah Laut dalam mengakselerasi percepatan pencegahan dan penurunan stunting melalui penguatan sinergi dan konvergensi lintas sektor.
Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2024, prevalensi stunting di Kabupaten Tanah Laut tercatat sebesar 22,5 persen. Pemerintah daerah juga terus melakukan pemantauan melalui data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) sebagai dasar evaluasi dan pengambilan kebijakan.
Ia menjelaskan, percepatan penurunan stunting melibatkan 31 indikator layanan yang menjadi tanggung jawab berbagai perangkat daerah. DP3AP2KB mengampu tiga indikator, Dinas Kesehatan menjadi perangkat daerah dengan tanggung jawab terbesar, disusul Dinas PUPR, Dinas Sosial, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, serta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan sesuai tugas dan fungsinya. Melalui rakor ini diharapkan koordinasi, evaluasi, serta penyelesaian berbagai kendala di lapangan dapat dilakukan secara terpadu hingga ke tingkat desa.
Dalam sambutannya saat membuka kegiatan, Wakil Bupati HM Zazuli menegaskan bahwa tahun 2026 merupakan momentum penting untuk memperkuat langkah strategis dalam menekan angka stunting di Kabupaten Tanah Laut. Menurutnya, penurunan stunting bukan sekadar mengejar capaian statistik, melainkan investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
“Penurunan stunting bukan sekadar capaian statistik, melainkan investasi jangka panjang untuk memastikan lahirnya generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” tegas Zazuli.
Wakil Bupati juga menekankan bahwa keberhasilan program sangat bergantung pada kolaborasi seluruh pihak. Ia meminta seluruh perangkat daerah memperkuat sinkronisasi program, mengoptimalkan intervensi spesifik maupun sensitif, meningkatkan peran Tim Pendamping Keluarga (TPK) hingga tingkat desa, serta menjaga validitas dan integrasi data sebagai dasar penyusunan kebijakan yang tepat sasaran. Ia mengingatkan agar tidak ada ego sektoral dalam berbagi data demi efektivitas pelaksanaan aksi konvergensi stunting.
Rakor menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Laut, Bapperida Provinsi Kalimantan Selatan, dan DP3AKB Provinsi Kalimantan Selatan yang membahas perkembangan stunting di daerah, implementasi kebijakan nasional dan provinsi, serta sinergi pembinaan dan evaluasi kinerja percepatan penurunan stunting. Kegiatan diikuti oleh unsur TPPS Kabupaten Tanah Laut yang terdiri atas perangkat daerah, camat, kepala puskesmas, serta penyuluh keluarga berencana.
Mengakhiri sambutannya, Wakil Bupati secara resmi membuka Rapat Koordinasi TPPS Kabupaten Tanah Laut Tahun 2026 dan mengajak seluruh peserta memanfaatkan forum tersebut untuk berdiskusi secara terbuka, mengidentifikasi berbagai permasalahan di lapangan, serta merumuskan solusi konkret demi mewujudkan Tanah Laut yang semakin sehat dan bebas stunting.











