BREBES (JATENG), SUARAPANCASILA.ID – Akses jalan poros Kabupaten yang menghubungkan Desa Buara–Cikeusal Lor, Kecamatan Ketanggungan, sempat lumpuh total setelah rusak parah diterjang banjir Sungai Babakan. Kondisi ini membuat mobilitas warga terganggu karena jalur utama tidak dapat dilalui kendaraan.
Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma bergerak cepat dengan meninjau langsung lokasi terdampak. Bupati kemudian menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Brebes melalui UPT Wilayah Banjarharjo untuk segera melakukan penanganan darurat dengan membuka akses jalan baru sebagai jalur alternatif.
“Kami menekankan pentingnya kelancaran mobilitas warga tidak boleh terhenti, meskipun infrastruktur lama mengalami kerusakan parah akibat bencana alam,” tegas Bupati.
Hasil pantauan di lapangan pada Sabtu (25/04/2026), proses pembangunan jalan baru sudah mulai dikerjakan secara intensif. Sejumlah pekerja tampak melakukan pembangunan talud penahan tanah sebagai bagian dari penguatan struktur jalan agar lebih kokoh dan aman.
Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh CV RAFIZAN JAYA dengan nomor kontrak 000.3.2/002/SP.UPT/BJH/IV/2026. Nilai kontrak tercatat sebesar Rp 289.996.000 dengan masa pelaksanaan mulai 16 April hingga 14 Juni 2026.
Kepala Desa Buara, Dadang Prayitno, mengapresiasi respons cepat Pemerintah Kabupaten Brebes dalam menangani dampak bencana di wilayahnya.
“Saya mengapresiasi kecepatan tanggapan Ibu Bupati melalui UPT Dinas Pekerjaan Umum dan Bidang Bina Marga, sehingga penanganan pasca banjir di wilayah Buara segera ditangani dengan serius. Alhamdulillah kami mendapatkan dua titik lokasi penanganan pasca banjir,” ungkapnya.
Selain dukungan pemerintah, pembangunan akses baru ini juga melibatkan partisipasi masyarakat. Sedikitnya empat warga Dusun Dukuhtengah, Desa Buara, disebut secara sukarela merelakan sebagian lahannya untuk dijadikan jalur akses baru demi kepentingan umum.
“Terima kasih kepada warga kami yang mau berkorban dan merelakan lahannya. Dengan adanya jalan baru ini, aktivitas warga dan distribusi hasil bumi diharapkan kembali normal,” kata Dadang.
Pembangunan ini diyakini bisa selesai sesuai target, sehingga akses transportasi warga kembali pulih dan kegiatan ekonomi masyarakat dapat berjalan normal seperti sebelumnya.










