Sektor Pertanian Jadi Andalan, Bupati Brebes Raih Penghargaan Nasional

BREBES (JATENG), SUARAPANCASILA.ID – Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma meraih penghargaan Disway Top Regional Leader Awards 2026. Penghargaan tingkat nasional tersebut diberikan atas kepemimpinannya dalam mendorong pembangunan daerah yang dinilai berdampak nyata bagi masyarakat, khususnya melalui penguatan sektor pertanian.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Founder Disway Group, Dahlan Iskan, di JW Marriott Hotel Jakarta, Kamis (11/6/2026). Paramitha menjadi satu dari tujuh kepala daerah di Jawa Tengah yang menerima penghargaan tersebut.

Disway menilai para penerima penghargaan berdasarkan sejumlah indikator, mulai dari inovasi tata kelola pemerintahan, kualitas pelayanan publik, kepemimpinan daerah, hingga keberhasilan program pembangunan yang manfaatnya dirasakan masyarakat.

Bacaan Lainnya

Di bawah kepemimpinan Paramitha, sektor pertanian menjadi salah satu fokus utama pembangunan di Kabupaten Brebes. Daerah ini mampu mempertahankan posisinya sebagai salah satu lumbung pangan Jawa Tengah sekaligus sentra bawang merah nasional.

“Kabupaten Brebes berhasil mempertahankan perannya sebagai salah satu lumbung pangan Jawa Tengah sekaligus sentra bawang merah nasional yang menjadi identitas dan kekuatan ekonomi daerah,” ujar Paramitha.

Menurutnya, pembangunan pertanian tidak semata-mata ditujukan untuk meningkatkan produksi pangan. Lebih dari itu, sektor tersebut diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, mengurangi kemiskinan, dan memperkuat daya saing daerah.

Untuk mewujudkannya, Pemkab Brebes menjalankan sejumlah kebijakan strategis, seperti peningkatan produktivitas pertanian, modernisasi alat dan mesin pertanian (alsintan), penguatan ketahanan pangan, serta pengembangan komoditas unggulan bernilai ekonomi tinggi.

Modernisasi pertanian juga terus didorong melalui penyediaan alsintan, penggunaan benih unggul, pembangunan infrastruktur pertanian, serta penerapan teknologi budidaya yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Berbagai tantangan sektor pertanian, seperti perubahan iklim, keterbatasan air, serangan organisme pengganggu tanaman, alih fungsi lahan, hingga fluktuasi harga komoditas, direspons melalui penguatan jaringan irigasi, pengembangan sumber air pertanian, serta peningkatan perlindungan tanaman dan kelembagaan petani.

Selain itu, pemerintah daerah juga memperkuat ketahanan pangan melalui diversifikasi pangan, pemanfaatan pekarangan produktif, pengembangan cadangan pangan, serta peningkatan kualitas dan keamanan pangan bagi masyarakat.

Paramitha menegaskan, seluruh kebijakan tersebut bermuara pada peningkatan kesejahteraan petani melalui pengembangan usaha tani, penguatan akses pasar, peningkatan produktivitas, serta peningkatan nilai tambah hasil pertanian.

“Kecakapan pengelolaan sektor pertanian tercermin dari kemampuan menjaga keseimbangan antara peningkatan produksi, penguatan ketahanan pangan, pengembangan agribisnis, serta peningkatan kesejahteraan petani,” katanya.

Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, penyuluh pertanian, kelompok tani, perguruan tinggi, dunia usaha, hingga pemerintah pusat, Brebes optimistis dapat terus memperkuat posisinya sebagai lumbung pangan Jawa Tengah dan sentra bawang merah nasional yang berdaya saing dan berkelanjutan.

suarapancasilaid'

Pos terkait