BREBES (JATENG), SUARAPANCASILA.ID – Penghargaan Disway Top Regional Leader Awards 2026 yang diterima Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, merupakan sebuah pengakuan atas kerja, dedikasi, dan komitmen kepemimpinan yang berorientasi pada perubahan nyata bagi masyarakat. Penghargaan ini bukanlah tujuan akhir, melainkan penanda bahwa arah pembangunan Kabupaten Brebes sedang berada pada jalur yang benar. Di balik sebuah penghargaan, terdapat kerja keras, keberanian mengambil keputusan, kemampuan membangun kolaborasi, dan kemauan untuk menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang selama bertahun-tahun menjadi tantangan daerah.
Sebagai seseorang yang pernah terlibat dalam Tim Transisi Bupati dan Wakil Bupati Brebes, saya memahami bahwa membangun Brebes bukanlah pekerjaan mudah. Kabupaten yang memiliki wilayah luas, jumlah penduduk yang besar, serta kompleksitas persoalan pembangunan membutuhkan kepemimpinan yang tidak hanya mampu menyusun program, tetapi juga mampu memastikan program tersebut memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
Dalam perspektif itulah penghargaan ini layak dimaknai sebagai apresiasi terhadap upaya menghadirkan pemerintahan yang bekerja secara terukur, responsif, dan berorientasi pada hasil. Yang lebih penting lagi, penghargaan ini menunjukkan bahwa Brebes mulai mendapatkan perhatian di tingkat nasional karena berbagai langkah pembangunan yang dilakukan.
Membangun dari Kebutuhan Rakyat
Esensi pembangunan daerah sesungguhnya bukan terletak pada banyaknya proyek yang dibangun, tetapi sejauh mana pembangunan tersebut mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Beberapa tahun terakhir, pemerintah daerah berupaya menempatkan rakyat sebagai pusat pembangunan.
Masyarakat tidak membutuhkan slogan yang indah tanpa tindakan nyata. Mereka membutuhkan jalan yang baik untuk mengangkut hasil pertanian, sekolah yang layak untuk anak-anaknya, pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau, lapangan kerja yang tersedia, serta pelayanan publik yang cepat dan transparan.
Kepemimpinan Paramitha Widya Kusuma mencoba menjawab kebutuhan tersebut melalui pendekatan pembangunan yang lebih dekat dengan masyarakat. Kehadiran pemerintah tidak hanya terlihat di ruang-ruang rapat, tetapi juga di tengah-tengah warga yang membutuhkan solusi atas persoalan sehari-hari.
Pendekatan ini penting karena pembangunan yang berhasil adalah pembangunan yang dirasakan manfaatnya oleh rakyat, bukan hanya terlihat dalam laporan administrasi.
Infrastruktur sebagai Fondasi Kemajuan
Tidak dapat dipungkiri bahwa infrastruktur menjadi salah satu perhatian utama dalam pembangunan daerah. Infrastruktur yang baik merupakan fondasi bagi pertumbuhan ekonomi, peningkatan investasi, dan kemudahan mobilitas masyarakat.
Selama ini masih terdapat berbagai ruas jalan yang memerlukan peningkatan kualitas, jaringan irigasi yang membutuhkan perbaikan, serta sarana pendukung ekonomi yang perlu diperkuat. Pemerintah Kabupaten Brebes berupaya menjawab persoalan tersebut melalui berbagai program pembangunan dan perbaikan infrastruktur.
Pembangunan jalan bukan sekadar soal aspal dan beton. Jalan yang baik berarti petani lebih mudah membawa hasil panennya ke pasar. Jalan yang baik berarti anak-anak dapat pergi ke sekolah dengan lebih aman. Jalan yang baik berarti aktivitas ekonomi masyarakat menjadi lebih lancar.
Setiap kilometer jalan yang diperbaiki sesungguhnya merupakan investasi bagi masa depan masyarakat Brebes.
Pendidikan sebagai Jalan Perubahan
Salah satu gagasan besar yang patut diapresiasi adalah perhatian terhadap sektor pendidikan. Tidak ada daerah yang maju tanpa pendidikan yang kuat. Pendidikan adalah jembatan yang menghubungkan generasi hari ini dengan masa depan yang lebih baik.
Program “Satu Keluarga Satu Sarjana” merupakan sebuah misi yang patut didukung. Program ini lahir dari kesadaran bahwa kemiskinan sering kali berkaitan erat dengan rendahnya akses terhadap pendidikan tinggi.
Ketika dalam setiap keluarga terdapat sarjana, maka peluang untuk meningkatkan kualitas hidup akan semakin besar. Pendidikan tidak hanya menghasilkan ijazah, tetapi juga membentuk cara berpikir, meningkatkan keterampilan, dan membuka kesempatan ekonomi yang lebih luas.
Perhatian terhadap peningkatan kompetensi guru dan perbaikan sarana pendidikan merupakan langkah strategis yang akan memberikan manfaat jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia Brebes.
Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan
Brebes dikenal sebagai daerah pertanian yang memiliki potensi luar biasa. Bawang merah, padi, peternakan, perikanan, dan berbagai sektor usaha mikro menjadi penopang ekonomi masyarakat.
Pembangunan ekonomi harus berangkat dari kekuatan lokal yang dimiliki daerah. Pemerintah daerah perlu terus memperkuat ekosistem ekonomi kerakyatan melalui dukungan permodalan, peningkatan kualitas produk, akses pasar, dan pemanfaatan teknologi.
Pembangunan ekonomi tidak boleh hanya dinikmati oleh kelompok tertentu. Pertumbuhan ekonomi yang berkualitas adalah pertumbuhan yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat secara merata.
Keberpihakan terhadap petani, nelayan, pelaku UMKM, dan generasi muda yang ingin berwirausaha menjadi sangat penting.
Pelayanan Publik yang Semakin Baik
Masyarakat saat ini semakin kritis dan memiliki ekspektasi tinggi terhadap pelayanan pemerintah. Reformasi birokrasi harus terus dilakukan agar pelayanan menjadi lebih cepat, mudah, transparan, dan akuntabel.
Kehadiran teknologi informasi membuka peluang besar untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Masyarakat tidak ingin dipersulit oleh prosedur yang panjang dan berbelit-belit.
Pemerintah daerah perlu terus membangun budaya birokrasi yang melayani, bukan dilayani. Aparatur pemerintah harus menjadi problem solver yang membantu masyarakat menemukan solusi atas berbagai persoalan.
Pelayanan publik yang baik pada akhirnya akan meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.
Mewujudkan Brebes Beres
Tagline “Brebes Beres” sesungguhnya memiliki makna yang sangat dalam. Bukan hanya sekadar kalimat yang mudah diingat, tetapi sebuah filosofi pembangunan daerah.
Brebes Beres dapat dimaknai sebagai komitmen untuk menghadirkan Brebes yang Berkeadaban, dalam kehidupan sosial yang harmonis dan bermartabat.
Ekonomi Tangguh, yang mampu menghadapi tantangan zaman dan menciptakan kesejahteraan masyarakat.
Responsif, yaitu pemerintahan yang cepat mendengar dan menindaklanjuti aspirasi rakyat.
Edukatif, yang menempatkan pendidikan sebagai prioritas pembangunan.
Sehat dan Sejahtera, sebagai tujuan akhir dari seluruh proses pembangunan.
Filosofi ini menunjukkan pembangunan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada kualitas manusia dan peradaban masyarakat.
Tantangan yang Masih Harus Dijawab
Berbagai capaian telah diraih, dalam perjalanan belum genap dua tahun masih banyak tantangan yang harus dihadapi. Kemiskinan, pengangguran, kualitas sumber daya manusia, ketahanan pangan, perubahan iklim, hingga transformasi digital merupakan isu yang membutuhkan perhatian serius.
Situasi ekonomi global yang tidak menentu turut memberikan dampak terhadap daerah. Pemerintah harus mampu beradaptasi dan menyusun kebijakan yang tepat agar masyarakat tetap terlindungi.
Di sinilah pentingnya kepemimpinan yang visioner dan kolaboratif. Tidak ada pembangunan yang berhasil hanya mengandalkan pemerintah semata. Dibutuhkan dukungan DPRD, dunia usaha, akademisi, tokoh agama, organisasi masyarakat, media massa, dan seluruh elemen masyarakat.
“Pembangunan adalah kerja bersama”.
Kepemimpinan yang Melayani
Dalam pandangan saya, salah satu kekuatan utama kepemimpinan Paramitha Widya Kusuma adalah upaya membangun pemerintahan yang lebih dekat dengan masyarakat. Kepemimpinan yang baik bukanlah kepemimpinan yang menciptakan jarak, melainkan kepemimpinan yang hadir dan mendengarkan.
Rakyat tidak selalu menuntut hal yang besar. Terkadang mereka hanya ingin didengar, diperhatikan, dan diberikan solusi atas persoalan yang dihadapi.
Seorang pemimpin harus memiliki kepekaan sosial, keberanian mengambil keputusan, dan kemampuan membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat.
Penghargaan sebagai Amanah
Penghargaan Disway Top Regional Leader Awards 2026 hendaknya dimaknai sebagai amanah baru. Semakin tinggi apresiasi yang diterima, semakin besar pula tanggung jawab yang harus dipikul.
Masyarakat tentu berharap penghargaan ini menjadi pemicu untuk bekerja lebih baik lagi. Program-program yang sudah berjalan harus terus diperkuat, sementara berbagai kekurangan harus segera diperbaiki.
Keberhasilan seorang kepala daerah tidak diukur dari banyaknya penghargaan yang diterima, melainkan dari seberapa besar perubahan positif yang dirasakan masyarakat.
Ketika petani tersenyum karena hasil panennya meningkat, ketika anak-anak mendapatkan akses pendidikan yang lebih baik, ketika masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang layak, ketika lapangan kerja semakin terbuka, dan ketika kesejahteraan masyarakat meningkat, maka saat itulah pembangunan benar-benar berhasil.
Sebagai bagian masyarakat Brebes yang mencintai Kabupaten Brebes, saya menyampaikan apresiasi atas penghargaan Disway Top Regional Leader Awards 2026 yang diterima Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma. Penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran pemerintah daerah, DPRD, ASN, dunia usaha, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, media massa, dan seluruh warga Brebes.
Tantangan kedepan tentu tidak semakin ringan, semangat kolaborasi, kerja keras, inovasi, dan keberpihakan kepada rakyat, saya optimistis Brebes akan mampu melangkah lebih jauh menjadi daerah yang maju, mandiri, berkeadaban, dan sejahtera.
Capaian penghargaan ini sebagai energi baru untuk terus bergerak, sesungguhnya tujuan akhir pembangunan bukanlah penghargaan, melainkan terwujudnya masyarakat Brebes yang bahagia, berdaya saing, dan mendapatkan kehidupan yang lebih baik dari hari ke hari.
Brebes Beres, rakyat sejahtera, pembangunan berkelanjutan, dan masa depan yang lebih cerah untuk generasi mendatang.
Selamat kepada Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma atas penghargaan Disway Top Regional Leader Awards 2026. Semoga menjadi pemantik lahirnya lebih banyak karya dan pengabdian untuk masyarakat Kabupaten Brebes.
Oleh: Azmi Asmuni Majid











