BONE – SUARAPANCASILA.ID- Sangat miris melihat kondisi jalan di kampung kami. Ironisnya, lokasi ini berada tepat di depan kantor Camat Cenrana dan di sekitarnya, yang notabene merupakan pusat pemerintahan kecamatan. Kondisi ini bukan terjadi kemarin atau sebulan yang lalu, melainkan sudah berlangsung bertahun-tahun tanpa perubahan yang berarti, kata Bung Irham Ikhsan kepada awak media melalui Pers Realisnya , Selasa 9 Juni 2026.
Sebagai masyarakat, tentu muncul pertanyaan besar dalam benak kami, apa yang salah dengan kami sehingga seolah-olah Cenrana menjadi anak tiri dalam pembangunan?
Padahal, daerah kami memiliki potensi yang tidak kecil. Sektor pertanian menjadi sumber kehidupan masyarakat, sementara sektor perikanan, khususnya kepiting, telah lama menjadi komoditas andalan yang menghidupi banyak keluarga. Namun terkadang kami merasa potensi itu seakan tidak memiliki nilai di mata para pemangku kebijakan. Yang kami rasakan justru perhatian yang datang hanya ketika hasil bumi dan hasil laut kami dibutuhkan, atau ketika musim tertentu tiba.
Kami lelah dininabobokan oleh janji-janji yang terus berulang dari waktu ke waktu. Yang kami butuhkan bukan lagi kata-kata manis, melainkan bukti nyata berupa pembangunan yang dapat dirasakan oleh masyarakat.
Pertanyaan berikutnya yang juga layak dijawab adalah: apakah para wakil rakyat kami di DPRD sudah benar-benar menyampaikan aspirasi masyarakat Cenrana? Jika sudah, mengapa kondisi ini masih terus terjadi? Jika belum, maka sudah saatnya suara masyarakat didengar dan diperjuangkan dengan sungguh-sungguh.
Kepada para wakil kami di DPRD, datanglah melihat langsung keadaan kami. Jangan hanya hadir pada musim-musim tertentu dengan senyuman manis dan janji yang indah didengar. Datanglah ketika jalan kami rusak, ketika masyarakat mengeluh, dan ketika pembangunan yang dijanjikan belum juga tiba.
Karena bagi masyarakat, kehadiran seorang wakil rakyat tidak diukur dari banyaknya baliho dan janji kampanye, melainkan dari seberapa besar keberpihakannya kepada rakyat yang telah mempercayakan amanah kepadanya.
Cenrana tidak meminta kemewahan. Cenrana hanya meminta keadilan dalam pembangunan.Tapi setidaknya perhatian yang jelas dan sunguh sunguh kepada pemangku kepentingan agar apa yang diinginkan masyarakat dapat segera terealisasi.











