BREBES, SUARAPANCASILA.ID – Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Bupati Brebes Hj. Paramitha Widya Kusuma menggelar perayaan Hari Jadi Kabupaten Brebes selama tiga hari berturut-turut di Alun-alun Brebes. Rangkaian acara sejak Jumat (16/1/2026) hingga Minggu (18/1/2026) malam menjadikan jantung kota Brebes benar-benar hidup, dipadati ribuan warga dari berbagai penjuru.
Perayaan kali ini bukan sekadar pesta rakyat, melainkan momentum kebersamaan dan keberkahan. Tidak hanya menghadirkan doa bersama, festival kuliner, hingga kirab budaya, acara ini juga melibatkan warga sekitar secara langsung. Tukang parkir diberdayakan dari masyarakat lokal, sementara pedagang kaki lima (PKL) diberikan ruang untuk berjualan di sekitar Alun-alun. Jika sebelumnya setiap ada kegiatan besar kawasan ini steril dari kendaraan dan PKL, kali ini justru mereka dilibatkan sebagai bagian dari pesta rakyat. Kehadiran mereka menambah semarak suasana sekaligus memberi dampak ekonomi nyata bagi warga kecil, sehingga keberkahan perayaan benar-benar dirasakan bersama.
“Hari Jadi Brebes kali ini, kita rayakan selama tiga hari penuh di Alun-alun, dan yang paling penting, warga kecil ikut merasakan berkahnya. Tukang parkir, pedagang kaki lima, semua diberdayakan. Inilah pesta rakyat yang sesungguhnya, kebersamaan yang nyata,” kata Bupati Paramitha, Minggu, (18/1/2026).
Rangkaian acara dimulai dengan Pengajian Akbar Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW bersama Ustadz Wijayanto pada Jumat malam. Sabtu pagi dilanjutkan dengan Pameran UMKM/IKM dan Ekraf, lomba makan telur asin, serta kreasi olahan telur asin. Malam harinya, panggung hiburan menghadirkan Brebes Night Creative, Gen Z Music, dan Brebes Fashion Culture 2026 dengan lomba fashion show Kepala OPD. Festival hari kedua ditutup dengan Diskopedia, menjadikan Alun-alun sebagai pusat kreativitas dan hiburan rakyat.
Selain panggung hiburan, Hari Jadi juga dirangkai dengan Napak Tilas KH. Syatori yang diikuti ribuan peserta. Kegiatan ini menjadi simbol penghormatan terhadap pejuang Brebes sekaligus sarana edukasi sejarah bagi generasi muda.
Puncak perayaan berlangsung Minggu (18/1/2026). Pagi hari digelar Kirab Budaya Kabupaten Brebes, menampilkan kekayaan tradisi lokal dari 17 kecamatan. Malam harinya, ribuan warga kembali memadati Alun-alun untuk menyaksikan Brebes Night Creative All Star, penyerahan hadiah lomba, serta closing ceremony. Panggung utama menghadirkan artis populer Niken Salindry dan Charly Vanhoutten, serta penyanyi muda asal Brebes Affifah KDI 2023. Kehadiran mereka menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga, sekaligus bukti bahwa talenta lokal mampu bersinar di panggung nasional.
“Kehadiran artis nasional berdampingan dengan talenta lokal adalah bukti bahwa Brebes mampu menghadirkan kebanggaan di panggung besar. Kita ingin generasi muda percaya diri, mencintai budaya lokal, dan membawa Brebes bersinar di tingkat nasional,” ucapnya.
Tak hanya itu, momentum Hari Jadi juga diwarnai dengan resepsi resmi di Pendopo Brebes yang mengundang sekitar 800 orang. Acara tersebut dihadiri tokoh masyarakat, tokoh politik, tokoh pemuda dari ratusan organisasi dan kelembagaan, hingga perwakilan partai politik. Kehadiran berbagai elemen ini menegaskan semangat kebersamaan dalam membangun Brebes.
Perayaan kali ini juga bertepatan dengan ulang tahun ke-34 Bupati Brebes Hj. Paramitha Widya Kusuma, yang lahir pada 18 Januari 1992. Momen pribadi ini semakin memperkuat simbol kepemimpinan generasi muda yang diharapkan mampu menghadirkan energi baru bagi pembangunan daerah.
“Ulang tahun saya bertepatan dengan Hari Jadi Brebes. Ini bukan sekadar perayaan pribadi, tetapi doa bersama agar kepemimpinan generasi muda bisa menghadirkan energi baru untuk pembangunan daerah,” ungkapnya.
Malam perayaan ini ditandai dengan letusan kembang api yang menghiasi langit Brebes, dibarengi suara sirine panjang sebagai simbol kemenangan dan kebersamaan. Ribuan warga bersorak, mengabadikan momen bersejarah itu dengan kamera ponsel, menjadikan Alun-alun seperti lautan cahaya penuh harapan.
Selain meriah di panggung rakyat, geliat ekonomi Kabupaten Brebes juga menunjukkan tren positif yang signifikan di bawah kepemimpinan Bupati Paramitha Widya Kusuma. Berdasarkan data per September 2025, ekonomi Brebes mencatat pertumbuhan sebesar 6,28 persen year on year, melampaui rata-rata Jawa Tengah yang hanya 5,28 persen dan nasional 5,12 persen. Sebelumnya, pada triwulan I 2025, ekonomi Brebes bahkan tumbuh 6,97 persen dibandingkan triwulan I 2023.
Pertumbuhan tinggi ini tidak datang begitu saja. Pemerintah Kabupaten Brebes fokus pada peningkatan infrastruktur untuk mendukung laju ekonomi, terutama dengan memaksimalkan posisi strategis Brebes di jalur Tol Trans Jawa sebagai magnet investasi. Di sisi lain, Bupati Paramitha menekankan pentingnya digitalisasi UMKM dan penguatan sektor jasa melalui e-commerce agar daya saing lokal semakin kuat.
Meski angka PDRB meningkat, Paramitha menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya mengejar statistik. Tujuan utamanya adalah membuka akses kerja, mendorong pasar rakyat, dan memastikan manfaat ekonomi dirasakan langsung oleh petani serta pelaku UMKM. Komitmen ini terbukti dengan penurunan angka kemiskinan hampir 26 ribu jiwa.
Kinerja tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat. Survei menunjukkan 67,2 persen warga Brebes menyatakan puas dengan kepemimpinan Bupati Paramitha. Pertumbuhan ekonomi yang didominasi sektor tersier juga ditopang oleh komitmen memperbaiki jaringan irigasi dan jalan usaha tani, sehingga keberkahan pembangunan benar-benar dirasakan hingga ke akar rumput.
“Pertumbuhan ekonomi ini bukan hanya angka. Yang lebih penting adalah rakyat kecil merasakan manfaatnya. Kita buka akses kerja, dorong pasar rakyat, dan pastikan petani serta UMKM ikut menikmati hasil pembangunan,” pungkasnya.
Dengan tema “Saling Langkah untuk Brebes Beres”, perayaan tiga hari berturut-turut ini menjadi tonggak sejarah baru. Ia menjelma sebagai momentum kebersamaan, keberkahan, dan pemberdayaan warga, sekaligus menegaskan bahwa Alun-alun Brebes adalah panggung jati diri, kebanggaan lokal, dan semangat membangun masa depan daerah yang lebih maju.










