BREBES (JATENG), SUARAPANCASILA.ID – Sekolah Rakyat Terintegrasi di Kabupaten Brebes resmi mulai berjalan. Program pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin itu ditandai dengan pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) angkatan pertama oleh Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma di Desa Wlahar, Kecamatan Larangan, Rabu (15/7/2026).
Sebanyak 209 siswa dari jenjang SD, SMP, dan SMA mengikuti MPLS sebagai langkah awal sebelum memasuki proses belajar mengajar. Selain diperkenalkan dengan lingkungan sekolah dan sistem pembelajaran, para siswa juga menjalani Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang difasilitasi Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Brebes.
Bupati Paramitha mengatakan kehadiran Sekolah Rakyat menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam membuka akses pendidikan yang setara bagi seluruh anak, khususnya mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu. Menurutnya, pendidikan menjadi salah satu cara paling efektif untuk memutus rantai kemiskinan.
“Adanya Sekolah Rakyat di Kabupaten Brebes diharapkan seluruh anak yang masuk kategori kurang mampu bisa mendapatkan pendidikan secara gratis,” kata Paramitha.
Ia berharap program tersebut mampu mencetak generasi yang berkarakter, mandiri, dan memiliki daya saing, sekaligus mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Brebes.
Perwakilan Kementerian Sosial RI, Siti Indriasari Oktaviana, mengatakan Sekolah Rakyat merupakan program strategis pemerintah pusat yang bertujuan memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin.
“Pada tahun ajaran ini, sebanyak 101 Sekolah Rakyat di berbagai daerah mulai melaksanakan MPLS dengan total 28.478 siswa baru dalam empat gelombang. Adapun jumlah peserta didik Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia kini mencapai 43.346 siswa,” jelasnya.
Menurutnya, progres pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi Brebes telah mencapai 83,27 persen. Fasilitas utama seperti ruang kelas, asrama, sanitasi, dan sarana pendukung lainnya sudah siap digunakan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Brebes Imam Baehaqi mengatakan, peserta MPLS saat ini terdiri atas 29 siswa jenjang SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA.
“Jumlah tersebut masih akan bertambah karena pemerintah terus melakukan penjangkauan untuk memenuhi target 270 siswa pada angkatan pertama,” ungkapnya.
Pendataan akan dilakukan hingga 25 Juli 2026 dengan melibatkan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH). Penjangkauan difokuskan kepada anak-anak dari keluarga Desil 1 dan Desil 2 yang memenuhi persyaratan sebagai calon peserta didik Sekolah Rakyat.











