BREBES (JATENG), SUARAPANCASILA.ID – Belum diambilnya ijazah Dio Aprianto selama enam tahun mengungkap fakta bahwa persoalan serupa juga dialami banyak lulusan SMK Karya Bhakti Brebes. Pihak sekolah menyebut hingga kini masih terdapat ratusan ijazah alumni yang belum diambil.
Bendahara SMK Karya Bhakti Brebes, Eko Nur Fauzi, mengatakan sebagian besar ijazah tersebut belum diambil karena alumni masih memiliki tunggakan biaya pendidikan.
“Kalau alumi itu setiap tahun ada lima ratusan, ini aja yang belum diambil sampai berapa yang baru,” ungkap Eko, Jumat (3/7/2026).
Selain karena tunggakan biaya pendidikan, Eko menilai sebagian alumni belum mengambil ijazah karena telah bekerja dengan memanfaatkan Surat Keterangan Lulus (SKL) yang diterbitkan sekolah.
“Ada ratusan. Soalnya begitu anak lulus, kita buatkan SKL. Jadi, anak kebanyakan sudah kerja, dan bukan gak ada waktu, mungkin belum ada niatan untuk mengambil. Itu kebanyakan memang begitu. Karena mereka bisa kerja dari SKL itu loh,” ungkap Eko.
Meski demikian, Eko mempersilakan para alumni yang belum mengambil ijazah untuk datang langsung ke sekolah guna berkoordinasi mengenai pengambilan dokumen kelulusan.
“Monggo, selama prosedural,” lanjutnya.
Pernyataan itu disampaikan setelah pihak sekolah menyerahkan ijazah milik Dio Aprianto yang sebelumnya belum diambil sejak lulus pada 2020.
“Kayak Mas Dio sendiri, begitu dapat SKL iya. Jadi keniatan untuk pengambilan itu kadang ada, karena gak merasa dibutuhkan jadinya mereka gak pernah kesini,” paparnya.
Dalam persoalan yang dialami Dio, sekolah memutuskan menghapus seluruh tunggakan biaya pendidikan sebesar Rp3,6 juta sehingga ijazah dapat diserahkan tanpa syarat.
Sebelumnya, ijazah Dio belum dapat diambil selama enam tahun karena keluarganya belum mampu melunasi tunggakan biaya sekolah. Kondisi tersebut sempat menghambat Dio untuk mendaftar kuliah melalui jalur beasiswa.
Persoalan tersebut juga mendapat perhatian Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Sadimin. Menanggapi informasi yang diterimanya, Sadimin memastikan pihaknya akan menindaklanjuti persoalan tersebut.
“O nggih mas, segera kita tindaklanjuti,” pungkas Sadimin.











