TUBAN (JATIM) SUARAPANCASILA.ID – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Sri Wahyuni, menegaskan komitmennya untuk mengawal penuh program normalisasi Afvour Macanan di Daerah Irigasi Merakurak sebagai langkah strategis untuk mendukung sektor pertanian sekaligus mengurangi risiko banjir di Kabupaten Tuban.
Penegasan itu disampaikan Sri Wahyuni saat menghadiri konsultasi publik kegiatan normalisasi Afvour Macanan di Balai Desa Sambonggede, Kecamatan Merakurak, Kamis (21/5/2026).
Kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala Seksi Operasional Sungai, Waduk dan Pantai Dinas SDA Provinsi Jawa Timur, Ir. Dian Dwi Ernawati, ST., MP, perwakilan Kecamatan Merakurak, Forkopimcam, PJ Kepala Desa Sambonggede Wakhid, S.H, serta masyarakat setempat.
Menurut Sri Wahyuni, normalisasi saluran irigasi ini merupakan kebutuhan mendesak mengingat kondisi pendangkalan dan penyempitan aliran selama ini berdampak pada terganggunya distribusi air ke lahan pertanian serta memicu genangan saat musim hujan.
“Ini bukan sekadar proyek pengerukan, tetapi upaya menjaga keberlangsungan pertanian masyarakat dan mengurangi persoalan banjir yang selama ini dikeluhkan warga,” ujarnya.
Politisi Partai Demokrat dari Dapil Bojonegoro-Tuban itu menegaskan, DPRD Jawa Timur akan memastikan proyek yang masuk dalam Tahun Anggaran 2026 tersebut berjalan sesuai perencanaan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Proyek normalisasi Afvour Macanan direncanakan mencakup saluran sepanjang sekitar 4 kilometer dengan lebar 8 hingga 10 meter. Pekerjaan diperkirakan berlangsung selama empat bulan dengan volume pengerukan mencapai sekitar 15 ribu meter persegi.
Sri Wahyuni menilai, kelancaran saluran irigasi sangat berpengaruh terhadap produktivitas pertanian karena air menjadi kebutuhan utama bagi petani.
“Kalau saluran lancar, pengairan sawah terjaga, hasil panen bisa meningkat, dan ekonomi masyarakat ikut bergerak. Ini berkaitan langsung dengan ketahanan pangan daerah,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap aspek teknis selama pengerjaan, mulai dari akses alat berat, penataan material hasil galian, hingga dampak terhadap aktivitas masyarakat di sekitar lokasi proyek.
Menurutnya, pengerjaan harus memperhatikan keselamatan warga dan tidak menimbulkan persoalan baru bagi lahan produktif masyarakat.
Sri Wahyuni turut mengapresiasi rencana pemanfaatan hasil galian untuk dijadikan tanggul di sepanjang saluran, yang dinilai dapat menjadi solusi tambahan untuk memperkuat perlindungan kawasan dari potensi luapan air.
Dalam forum konsultasi publik tersebut, ia juga mengajak masyarakat untuk aktif memberikan masukan agar pelaksanaan proyek benar-benar sesuai kebutuhan di lapangan.
“Partisipasi masyarakat sangat penting agar proyek ini tepat sasaran dan manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” tandasnya.
Sri Wahyuni berharap, setelah normalisasi selesai, fungsi irigasi di wilayah Merakurak semakin optimal, kawasan lebih aman dari ancaman banjir, dan produktivitas pertanian masyarakat Tuban terus meningkat






