Tes Jago SH Terate Cabang Merauke Uji Mental Lewat Ayam Petarung Bukan Sekedar Tradisi

MERAUKE (PAPUA SELATAN).SUARAPANCASILA.ID – Penuh dengan semangat para calon warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Merauke Pusat Madiun, yang mengikuti kegiatan Tes Jago.(2/7/2026)

Kegiatan dilaksanakan selama dua hari atau dua gelombang pada hari Rabu dan Kamis tanggal 2 dan 3 Juli 2026, dikarenakan kondisi jarak wilayah yang jauh.

Turut hadir langsung di kegiatan tersebut Kangmas Murni Hadi Prayitno sebagai Ketua PSHT Cabang Merauke Pusat Madiun berserta pengurus nya, Kangmas Samudjo dari timika , kangmas Nurhadi dari Merauke.

Bacaan Lainnya

Tes Jago dilaksanakan oleh SH Terate Cabang Merauke, acara ini mempertemukan calon warga dari macam-macam komisi atau Ranting/Rayon, dengan tujuan melaksanakan prosesi kesakralan dalam tahap menjelang pengesahan.

Ketua Cabang, Kang Mas Murni Hadi Prayitno memberikan wejangan atau pitutur kepada para calon warga, bahwa prosesi tes Jago Perlu diketahui ini bukan adu ayam seperti yang diketahui khalayak umum. Tes Jago ini tradisi SH Terate yang mempunyai makna spiritual mendalam.

Ayam jago bukan sekedar hewan latihan, melainkan simbol keberanian, kesetiaan, dan kehormatan.

Dalam prosesnya, para calon warga diminta menyiapkan ayam jago masing-masing,mulai dari perawatan, melatih, memeriksa kondisi fisik dan mental, sampai mengerti tanggung jawabnya semua makhluk hidup yang dibawa.

“Bukan hanya adu kekuatan fisik, kegiatan ini juga ujian ketahanan mental”, ujarnya

Di sinilah calon warga dilatih supaya sabar, teliti, bersungguh-sungguh. juga bukan hanya bisa membentuk fisik yang kuat, akan tetapi untuk menguatkan jiwa yang mempunyai tanggung jawab dan mempunyai kualitas pribadi yang tangguh sesuai ajaran SH Terate.

Tes Jago menjadi bagian penting dari proses pembentukan karakter. Calon warga harus memahami dan menghormat prosesnya, dan mempunyai kesadaran bahwa prestasi tidak bisa dilakukan dengan instan.Imbuhnya

Sementara Kang Mas Samudjo dari Timika menambahkan, bahwa filosofi ayam jago adalah yang siap bertarung tetapi tetep tunduk kepada Allah SWT, jadi refleksi dari jiwa ksatria yang dicita-citakan oleh para sesepuh SH Terate.

“Harus dipahami bahwa tes Jago tidak hanya ritual, namun warisan budaya atau nilai yang harus dijaga di tengah-tengah tantangan jaman modern”.Ucapnya

Di balik tatapan tajam ayam jago menandakan simbol kepribadian dari calon warga, bahwa prosesi sakral ini tersimpan ajaran luhur agar manusia berbudi pekerti luhur tau benar dan salah, serta berani dan berilmu.Pungkasnya
[yan]

suarapancasilaid'

Pos terkait