SIAK, SUARA PANCASILA.ID – Bupati Siak Afni Zulkifli mendampingi Ustaz Abdul Somad (UAS), Kapolda Riau Irjen Pol. Herry Heryawan, dan Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo dalam kegiatan touring sepeda motor mengelilingi sejumlah kawasan bersejarah di Kota Siak Sri Indrapura, Riau, pada akhir pekan.
Touring tersebut menjadi bagian dari kunjungan yang memadukan silaturahmi, wisata sejarah, dan pengenalan warisan budaya Kesultanan Siak. Rombongan mengunjungi Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah, Istana Asserayah Hasyimiyah, tepian Sungai Siak, Masjid Syahabuddin, hingga kompleks makam Sultan Syarif Kasim II.
Di Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah, rombongan menaiki lift menuju puncak jembatan untuk melihat panorama Sungai Siak dari ketinggian. Kesempatan itu dimanfaatkan Afni untuk menjelaskan nilai historis sungai yang menjadi urat nadi sekaligus benteng pertahanan alami Kesultanan Siak pada masa lampau.
Menurut Afni, kondisi Sungai Siak yang berkelok-kelok memberikan keuntungan strategis bagi Kesultanan Siak dalam menghadapi ancaman dari luar. Setiap tikungan sungai, kata dia, dapat dimanfaatkan sebagai titik pertahanan maupun penyergapan terhadap musuh.
“Hanya kawasan Sungai Apit yang tercatat pernah mengalami peperangan karena letaknya yang berhadapan langsung dengan laut. Selebihnya, posisi pusat pemerintahan Kesultanan Siak terlindungi oleh bentang alam sungai yang sangat strategis,” kata Afni, Senin (13/7/2027).
Ia menilai pemilihan lokasi pusat pemerintahan oleh para Sultan Siak menunjukkan perencanaan yang matang, baik dari sisi pertahanan maupun jalur perdagangan.Selain mengunjungi kawasan bersejarah, rombongan juga menunaikan salat di Masjid Syahabuddin sebelum melanjutkan ziarah ke makam Sultan Syarif Kasim II, sultan terakhir Kesultanan Siak yang juga dianugerahi gelar Pahlawan Nasional atas kontribusinya terhadap Republik Indonesia.
Ustaz Abdul Somad mengatakan kegiatan tersebut memberikan kesempatan baginya untuk mengenal lebih dekat sejarah Kesultanan Siak sekaligus mempererat silaturahmi dengan para peserta touring.”Alhamdulillah, selain bersilaturahmi, kami juga dapat melihat langsung jejak sejarah Kesultanan Siak. Semoga warisan sejarah ini terus dijaga dan menjadi pembelajaran bagi generasi mendatang,” ujar UAS.
Di kompleks makam Sultan Syarif Kasim II, rombongan memanjatkan doa sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh yang dikenal menyerahkan sebagian besar kekayaan Kesultanan Siak untuk mendukung perjuangan kemerdekaan Indonesia.Kegiatan touring kemudian ditutup dengan makan siang di tepian Sungai Siak dan menikmati durian bersama.











