Usulan Bupati Brebes Disambut Pusat, 120 Huntap Korban Tanah Bergerak Segera Terwujud

BREBES (JATENG), SUARAPANCASILA.ID – Harapan 120 kepala keluarga (KK) korban bencana tanah bergerak di Desa Mendala, Kecamatan Sirampog, untuk segera memiliki hunian yang aman dan permanen semakin terbuka. Usulan pembangunan 120 unit Hunian Tetap (Huntap) yang diajukan Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mendapat respons positif dari pemerintah pusat dan kini memasuki tahap verifikasi lapangan.

Verifikasi dilaksanakan sejak 29 Juni hingga 3 Juli 2026 oleh tim gabungan yang terdiri dari BNPB, Balai Perumahan Wilayah Jawa III, BPBD Provinsi Jawa Tengah, serta didampingi BPBD dan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Dinperwaskim) Kabupaten Brebes.

Tahapan ini menjadi langkah penting untuk memastikan bantuan pembangunan Huntap benar-benar tepat sasaran bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat akibat bencana tanah bergerak.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinperwaskim Brebes, Laode Vindar Aris Nugroho, mengatakan verifikasi difokuskan pada dua hal utama, yakni memastikan tingkat kerusakan bangunan di Dukuh Cupangbungur, Babakan, Karanganyar, dan Krajan, serta memeriksa legalitas dan kelayakan lahan relokasi yang telah disiapkan secara swadaya oleh masyarakat.

“Pertama, memastikan tingkat kerusakan bangunan tercatat secara akurat. Kedua, memeriksa legalitas serta kelayakan lahan relokasi yang telah disiapkan masyarakat,” ujar Laode, Kamis (2/7/2026).

Sementara itu, Kepala BPBD Brebes, Budi Darmawan, mengatakan proses verifikasi merupakan tindak lanjut atas usulan anggaran Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Rehab Rekon) yang diajukan Bupati Brebes melalui sistem E-Proposal kepada BNPB.

“Alhamdulillah, usulan yang kami ajukan mendapatkan respons positif. Kami terus mengawal proses ini untuk 120 rumah terdampak dan berharap pembangunannya segera terealisasi,” kata Budi.

Menurutnya, percepatan pembangunan Huntap juga mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah serta sejumlah anggota DPR RI. Dukungan tersebut diharapkan dapat mempercepat pencairan dana stimulan dari pemerintah pusat.

Saat ini, seluruh 120 KK korban tanah bergerak masih menempati Hunian Sementara (Huntara) yang dibangun di depan Balai Desa Mendala. Lokasi tersebut dipilih untuk menjamin keamanan warga sekaligus memudahkan koordinasi dan penyaluran bantuan logistik selama menunggu pembangunan hunian permanen selesai.

Pemkab Brebes berharap proses verifikasi dapat segera rampung sehingga pembangunan 120 unit Huntap bisa segera dimulai dan para korban bencana memperoleh kepastian tempat tinggal yang aman, layak, dan berkelanjutan.

suarapancasilaid'

Pos terkait