BOJONEGORO (JATIM) SUARAPANCASILA.ID – Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah membuka Kemah Bhakti Madrasah (Kembara) Tsanawiyah Tahun 2026 yang diikuti 2.261 pelajar MTs se-Kabupaten Bojonegoro di Bumi Perkemahan Taman Wisata Growgoland, Desa Ngunut, Kecamatan Dander, Jumat (28/8/2026).
Di hadapan ribuan peserta, Nurul Azizah mengobarkan semangat para pelajar untuk berani bermimpi dan tidak minder dalam mengejar cita-cita. Ia menegaskan, kesuksesan tidak datang secara instan, melainkan membutuhkan semangat, keberanian, serta kemauan untuk terus berproses.
“Kalau seseorang ingin sukses, yang pertama adalah semangat. Pada dasarnya hidup adalah perjuangan, perjalanan dan cita-cita,” tegas Nurul.
Alumni MTsN 1 Bojonegoro tersebut juga berpesan agar para pelajar tidak merasa rendah diri karena menempuh pendidikan di madrasah. Ia meminta generasi muda berani menetapkan cita-cita setinggi mungkin. Kalau orang lain bisa, kita juga bisa,” pesannya.
Menurut Nurul, kegiatan Pramuka bukan sekadar aktivitas berkemah. Lebih dari itu, Pramuka menjadi wadah pembentukan karakter melalui latihan kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, serta keberanian menghadapi persoalan dan mengambil keputusan.
Ia juga mendorong pelajar perempuan untuk berani maju dan mengambil peran di berbagai bidang. Generasi muda, kata Nurul, perlu mengenal sekaligus mengembangkan potensi yang dimiliki Bojonegoro, termasuk sektor migas dan pengembangan geopark menuju UNESCO Global Geopark.
Nurul kembali berpesan kepada seluruh peserta agar tidak takut bermimpi dan berani memperjuangkan cita-cita. Kesuksesan dapat diraih selama generasi muda memiliki semangat, tekad, kemauan belajar, dan kesabaran dalam menjalani setiap proses.
“Semua bisa dilakukan sepanjang kita punya semangat dan tekad. Mudah-mudahan anak-anak semuanya sukses, berkah dan barokah,” pungkasnya.
Sementara itu, Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kementerian Agama RI Nyayu Khodijah menegaskan bahwa madrasah bukanlah penghalang bagi siswa untuk meraih kesuksesan.
“Anak-anak madrasah bisa menjadi orang hebat, bisa jadi wakil bupati, bupati, bahkan gubernur,” ujarnya.
Nyayu menyebut dua kunci penting untuk meraih kesuksesan, yakni menghormati dan menaati orang tua serta tidak pernah berhenti belajar.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro Amanulloh mengatakan, Kembara Tsanawiyah 2026 berlangsung selama tiga hari dengan jumlah peserta mencapai 2.261 pelajar.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana pembelajaran di luar kelas sekaligus menanamkan lima karakter utama, yakni kemandirian, tanggung jawab, cinta lingkungan, gotong royong, dan cinta alam.
Selain kegiatan kepramukaan, peserta juga mengikuti kegiatan keagamaan, seperti tadarus dan zikir di alam terbuka.
Melalui Kembara 2026, diharapkan lahir generasi madrasah yang tangguh, mandiri, religius, berkarakter, serta memiliki keberanian untuk menggapai cita-cita.











