25 Ribu Pengunjung Ramaikan Brebes Expo 2026, Omzet UMKM Tembus Rp3,5 Miliar

BREBES (JATENG), SUARAPANCASILA.ID – Brebes Expo 2026 tak sekadar menjadi panggung promosi potensi daerah dan hiburan bagi masyarakat. Gelaran yang berlangsung di Kompleks GOR Sasana Krida Adhi Karsa Brebes itu juga menjadi penggerak aktivitas ekonomi. Selama pelaksanaan, lebih dari 25 ribu orang tercatat mengunjungi kawasan pameran dan pasar malam, dengan omzet pedagang dan pelaku UMKM diperkirakan mencapai Rp3,5 miliar.

Brebes Expo 2026 ditutup Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma pada Jumat malam, 21 Agustus 2026. Tingginya antusiasme masyarakat menjadi salah satu alasan penyelenggaraan Expo diperpanjang satu hari.

Masyarakat datang bukan hanya untuk melihat pameran pembangunan dan potensi daerah. Mereka juga memanfaatkan momentum tersebut untuk berbelanja, menikmati hiburan, serta mengenal berbagai produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta industri kecil dan menengah (IKM) asal Brebes.

Bacaan Lainnya

Paramitha mengatakan tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa kegiatan seperti Brebes Expo dapat menjadi ruang bersama yang mempertemukan hiburan, promosi daerah, dan aktivitas ekonomi.

“Expo ini bukan hanya tentang pameran. Ada produk UMKM yang terjual, ada pelaku usaha yang mendapatkan pelanggan baru, ada masyarakat yang mendapatkan hiburan, dan ada potensi daerah yang semakin dikenal,” kata Paramitha.

Menurut dia, keberhasilan Expo tidak semestinya hanya diukur dari jumlah pengunjung. Dampak terhadap pelaku usaha, termasuk bertambahnya pelanggan dan terbukanya peluang pasar, juga menjadi bagian penting dari keberhasilan kegiatan tersebut.

Paramitha meminta pelaku UMKM dan IKM tidak berhenti mengembangkan usahanya setelah Expo berakhir. Peningkatan kualitas produk, kreativitas, serta pemanfaatan teknologi dinilai penting agar produk lokal mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

“Kepada para pelaku UMKM dan IKM, saya berharap setelah Expo ini selesai, semangatnya jangan ikut selesai. Terus berkreasi, tingkatkan kualitas, manfaatkan teknologi, dan jangan takut memperluas pasar,” ujarnya.

Ketua Umum Panitia Brebes Expo 2026, Sutaryono, mengatakan berdasarkan pemantauan panitia, jumlah pengunjung selama rangkaian pameran dan pasar malam mencapai lebih dari 25 ribu orang. Adapun omzet pedagang dan pelaku UMKM secara keseluruhan diperkirakan sekitar Rp3,5 miliar.

“Dari hasil pemantauan panitia, jumlah pengunjung Brebes Expo dan pasar malam ini mencapai lebih dari dua puluh lima ribu orang,” kata Sutaryono.

Ia mengatakan nilai transaksi masing-masing pelaku usaha berbeda. Besarnya omzet dipengaruhi jenis produk, lokasi stan, wahana yang ditawarkan, serta tingkat permintaan pengunjung.

Sebanyak 225 pelaku UMKM terlibat dalam Brebes Expo 2026. Selain itu, pameran diikuti perangkat daerah, BUMN dan BUMD, dunia usaha, serta sejumlah mitra kegiatan.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut membuat Expo menjadi ruang pertemuan antara pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, dan pemilik potensi daerah. Produk lokal mendapat ruang promosi, sementara masyarakat memperoleh akses langsung untuk melihat dan membeli produk yang ditawarkan.

Panitia juga memberikan penghargaan kepada peserta pameran berdasarkan kreativitas dan inovasi penyajian informasi pembangunan serta potensi daerah.

Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga meraih juara pertama stan/pameran terbaik. Dinas Perikanan menempati posisi kedua, disusul Dinas Pekerjaan Umum pada posisi ketiga.

Adapun Sekretariat Daerah meraih juara harapan pertama, RSUD Brebes juara harapan kedua, dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata juara harapan ketiga. Predikat juara favorit diberikan kepada Badan Pendapatan Daerah.

Malam penutupan Brebes Expo 2026 turut dimeriahkan Pribumi Official, Artura, FortySeven, dan Sanggar Seni Badra Dibya.

Penutupan dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Sekretaris Daerah, staf ahli dan asisten Sekda, kepala perangkat daerah, Ketua Dekranasda beserta jajaran, tokoh masyarakat dan agama, panitia HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Kabupaten Brebes, pelaku UMKM dan IKM, serta masyarakat.

Sutaryono menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan Brebes Expo 2026, mulai dari pemerintah daerah, Forkopimda, perangkat daerah, BUMN/BUMD, dunia usaha, perbankan, sponsor, peserta pameran, pelaku UMKM, media, hingga masyarakat.

Dengan berakhirnya Expo, geliat ekonomi yang tercipta selama kegiatan diharapkan tidak berhenti di kawasan pameran. Tantangannya kini adalah menjaga agar produk dan pelaku usaha Brebes tetap mendapat pasar setelah keramaian Expo berakhir.

suarapancasilaid'

Pos terkait