Semarak HUT RI ke-81 dan HUT ke-25 Demokrat, Sam Tito Tekankan Pentingnya Bersama Rakyat

KABUPATEN MALANG (JATIM),SUARAPANCASILA,ID-Semangat memperkuat hubungan dengan masyarakat menjadi pesan utama dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia sekaligus menyambut HUT ke-25 Partai Demokrat yang digelar DPC Partai Demokrat Kabupaten Malang, Minggu (23/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Jalan Sunan Kalijaga, Kedungpedaringan, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, tersebut mengusung tema “Demokrat Bersama Rakyat: Memajukan Ekonomi, Menegakkan Keadilan, dan Menjaga Demokrasi.”

Tema tersebut tidak hanya menjadi slogan kegiatan, tetapi menjadi refleksi atas pentingnya keberadaan partai politik di tengah kehidupan masyarakat. Kehadiran kader diharapkan mampu menjembatani aspirasi masyarakat sekaligus ikut mendorong terciptanya kehidupan sosial, ekonomi dan demokrasi yang lebih baik.

Bacaan Lainnya

Rangkaian kegiatan diawali dengan senam sehat bersama pada pukul 08.00 WIB. Setelah itu, peserta mengikuti jalan sehat yang melintasi kawasan permukiman warga.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan berbagai lomba tradisional khas kemerdekaan, seperti tarik tambang dan balap karung. Kebersamaan warga dan kader semakin terasa dalam suasana penuh keakraban tersebut.

Panitia juga menyediakan berbagai doorprize bagi peserta, dengan lemari es sebagai hadiah utama.

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Malang H. Hadi Mustofa hadir bersama jajaran pengurus, di antaranya Mayor Kav (Purn) Sukarni dan KRA. Dwi Indrotito Cahyono, S.H., M.M.

Kader Partai Demokrat Kabupaten Malang, KRA. Dwi Indrotito Cahyono, S.H., M.M., menegaskan bahwa tema kegiatan tersebut memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar kegiatan memperingati HUT RI dan HUT Partai Demokrat.

Menurutnya, frasa “Demokrat Bersama Rakyat” harus diwujudkan melalui kehadiran kader yang benar-benar mampu mendengar, memahami dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.

“Bersama rakyat itu artinya kader harus hadir di tengah masyarakat. Bukan hanya ketika ada kegiatan politik, tetapi juga ketika masyarakat membutuhkan ruang untuk menyampaikan aspirasi dan persoalan yang mereka hadapi,” ujar Sam Tito sapaan akrab KRA Dwi Indrotito Cahyono.

Ia mengatakan, semangat memajukan ekonomi harus menjadi perhatian penting. Menurutnya, masyarakat membutuhkan dukungan dan kesempatan agar dapat meningkatkan kesejahteraan melalui usaha, pekerjaan dan kegiatan ekonomi produktif.

“Ekonomi masyarakat harus terus kita dorong. Pemerintah dan seluruh elemen masyarakat harus bersama-sama menciptakan ruang bagi masyarakat untuk berkembang. Kader partai juga harus memiliki kepedulian terhadap persoalan ekonomi yang dihadapi rakyat,” katanya.

Selain ekonomi, Sam Tito menilai kata “menegakkan keadilan” dalam tema tersebut memiliki makna penting bagi kehidupan masyarakat.

Keadilan, kata dia, bukan hanya berkaitan dengan persoalan hukum, tetapi juga menyangkut kesempatan yang sama bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan, memperoleh akses ekonomi serta menyampaikan aspirasi.

“Menegakkan keadilan berarti memastikan masyarakat mendapatkan haknya secara proporsional. Jangan sampai ada masyarakat yang merasa tidak didengar atau tidak mendapatkan kesempatan yang sama,” tegasnya.

Karena itu, menurut Sam Tito, kader partai harus mampu menjadi penghubung antara masyarakat dengan pemangku kebijakan.

“Ketika ada persoalan di masyarakat, kader harus bisa mendengar dan menyampaikannya melalui jalur yang tepat. Jangan sampai masyarakat berjalan sendiri menghadapi persoalannya,” imbuhnya.

Sementara itu, mengenai pesan menjaga demokrasi, Sam Tito menegaskan bahwa demokrasi harus dibangun dengan sikap saling menghormati.

Perbedaan pilihan politik, menurutnya, merupakan bagian dari demokrasi dan tidak seharusnya menjadi alasan untuk memecah hubungan sosial di tengah masyarakat.

“Demokrasi bukan hanya soal memilih dan dipilih. Demokrasi juga bagaimana kita menghargai perbedaan, memberikan ruang kepada masyarakat untuk menyampaikan pendapat dan menjaga agar perbedaan tidak berubah menjadi perpecahan,” jelasnya.

Ia berharap Partai Demokrat Kabupaten Malang dapat terus memperkuat komunikasi dengan masyarakat dan menjadikan kegiatan kemasyarakatan sebagai ruang untuk membangun kebersamaan.

Pria yang berprofesi sebagai advokat yang dikenal sebagai salah satu kader yang aktif memberikan kontribusi terhadap kegiatan Partai Demokrat Kabupaten Malang menilai bahwa kekuatan partai tidak hanya ditentukan oleh struktur organisasi, tetapi juga oleh seberapa besar manfaat keberadaan kader dapat dirasakan masyarakat.

Menurutnya, setiap kader memiliki tanggung jawab untuk menjaga nama baik partai melalui kerja nyata.

“Yang paling penting bukan seberapa sering kita berbicara tentang rakyat, tetapi seberapa besar kontribusi yang bisa kita berikan kepada rakyat. Kader harus menjadi bagian dari masyarakat dan ikut mencari solusi atas persoalan yang ada,” ujarnya.

Ia menambahkan, momentum HUT ke-25 Partai Demokrat harus menjadi evaluasi sekaligus motivasi bagi seluruh kader untuk meningkatkan pengabdian.

“Usia 25 tahun harus menjadi momentum untuk semakin dewasa dalam berpolitik. Politik harus dijalankan dengan etika, mengutamakan kepentingan masyarakat dan tetap menjaga demokrasi,” katanya.

Rangkaian kegiatan di Kedungpedaringan tersebut menjadi gambaran bahwa kehidupan politik dapat berjalan berdampingan dengan kegiatan sosial dan kemasyarakatan.

Senam sehat, jalan sehat hingga lomba tradisional menjadi ruang pertemuan antara kader dan masyarakat dalam suasana yang egaliter.

Melalui kegiatan tersebut, DPC Partai Demokrat Kabupaten Malang berharap semangat memajukan ekonomi, menegakkan keadilan dan menjaga demokrasi tidak berhenti sebagai tema peringatan.

Sebaliknya, nilai tersebut diharapkan menjadi semangat bagi seluruh kader untuk terus hadir di tengah masyarakat, mendengar aspirasi rakyat dan memberikan kontribusi nyata bagi Kabupaten Malang.

suarapancasilaid'

Pos terkait