PELAIHARI(KALSEL), SUARA PANCASILA.ID – Pengelolaan lingkungan tak berhenti pada bagaimana sampah dibuang, tetapi juga menyangkut bagaimana sebuah daerah menjaga wajahnya di hadapan masyarakat dan para pengunjung. Pesan itu terasa dalam peninjauan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bakunci di Kelurahan Karang Taruna, Kabupaten Tanah Laut, Sabtu (8/8/2026).
Pembina Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Alia Jumhur Hidayat, meninjau langsung kondisi dan pengelolaan TPA Bakunci. Kunjungan tersebut turut menjadi bagian dari upaya melihat secara langsung pengelolaan lingkungan di daerah.
Dalam peninjauan itu, Alia didampingi Bupati Tanah Laut H. Rahmat Trianto, Ketua TP PKK Kabupaten Tanah Laut Hj. Dian Rahmat, Ketua DWP Kabupaten Tanah Laut Nor Aida Ismail Fahmi, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Tanah Laut.
Rombongan tidak hanya melihat kondisi kawasan TPA. Sejumlah kegiatan turut dilakukan, mulai dari penanaman pohon, peninjauan alat pengolah pupuk kompos, hingga penyerahan bantuan berupa alat kebersihan dan bahan pokok.
Rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa pengelolaan sampah dan lingkungan tidak semata-mata berkaitan dengan persoalan teknis di tempat pemrosesan akhir. Lebih dari itu, kepedulian terhadap kebersihan menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan yang sehat sekaligus mendukung kualitas kehidupan masyarakat.
Alia Jumhur Hidayat menyampaikan apresiasinya terhadap upaya Pemerintah Kabupaten Tanah Laut dalam menjaga kebersihan dan pengelolaan lingkungan di TPA Bakunci.
Ia juga menyampaikan kesannya setelah melihat kondisi Kabupaten Tanah Laut yang dinilainya bersih, sekaligus memiliki beragam potensi wisata.
“Tanah Laut sangat bersih dan indah. Selain lingkungannya yang bersih, Tanah Laut juga memiliki potensi wisata yang menarik untuk dikunjungi, seperti Bukit Sapu Angin dan Pantai Batakan,” ujar Alia.
Menurut Alia, kebersihan lingkungan memiliki keterkaitan erat dengan kenyamanan masyarakat maupun wisatawan. Terlebih, Tanah Laut memiliki sejumlah destinasi yang menjadi bagian dari potensi pariwisata daerah.
Karena itu, menjaga kebersihan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Kepedulian dan partisipasi berbagai pihak menjadi bagian penting agar lingkungan tetap terawat dan memberikan rasa nyaman bagi siapa pun yang berada di dalamnya.
Peninjauan TPA Bakunci tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dan kepedulian bersama dalam mewujudkan pengelolaan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan di Kabupaten Tanah Laut.
Bagi Tanah Laut, lingkungan yang terjaga bukan sekadar persoalan kebersihan. Ia juga menjadi bagian dari wajah daerah—terutama ketika potensi wisata terus dikembangkan dan masyarakat menjadi bagian utama dari keberlanjutan pembangunan.(suarapancasila.id-foto:ist/mctala)











