PELAIHARI(KALSEL), SUARA PANCASILA.ID — Pelatihan Workshop Artificial Intelligence (AI) dan Literasi Digital bagi aktivis media sosial resmi ditutup Wakil Bupati Tanah Laut H.M. Zazuli di Aula Meeting Algoritma Cafe, Sabtu sore (19/9/2026).
Kegiatan yang digelar FOROS Tanah Laut tersebut menjadi ruang pembelajaran bagi para peserta untuk memperluas wawasan sekaligus meningkatkan keterampilan dalam memanfaatkan perkembangan teknologi digital, khususnya kecerdasan buatan atau AI.
Dalam sambutannya, Zazuli mengapresiasi penyelenggara dan seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan. Ia menilai pelatihan semacam ini relevan di tengah perkembangan teknologi yang berlangsung semakin cepat.
“Apresiasi yang setinggi-tingginya saya sampaikan kepada penyelenggara kegiatan hari ini, FOROS Tanah Laut, serta seluruh tim yang telah menyukseskan kegiatan ini,” ujar Zazuli.
Menurutnya, pemahaman terhadap AI tidak cukup hanya berhenti pada pengetahuan teoretis. Peserta diharapkan mampu mengembangkan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dan menerapkannya dalam aktivitas sehari-hari, khususnya dalam produksi maupun pengelolaan konten digital.
“Saya berharap para peserta tidak hanya mendapatkan tambahan wawasan teoretis, tetapi juga keterampilan praktis,” katanya.
Zazuli mendorong peserta memanfaatkan AI sebagai alat bantu untuk meningkatkan produktivitas, kreativitas, dan inovasi. Namun, ia mengingatkan bahwa kemudahan teknologi juga perlu disertai tanggung jawab dalam penggunaannya.
Bagi para aktivis media sosial, kemampuan menyaring informasi menjadi salah satu hal penting. Derasnya arus informasi di ruang digital menuntut pengguna media sosial untuk lebih kritis sebelum menerima, mengolah, maupun menyebarluaskan sebuah informasi.
“Jadilah agen perubahan di tengah masyarakat yang cerdas bermedia sosial, mampu menyaring informasi, serta kebal terhadap dampak negatif seperti hoaks dan kejahatan siber,” pesannya.
Jangan Berhenti Setelah Pelatihan
Zazuli juga berpesan agar ilmu yang diperoleh selama pelatihan tidak berhenti setelah kegiatan ditutup.
Ia meminta para peserta terus belajar, mengembangkan kemampuan, sekaligus membagikan pengetahuan yang diperoleh kepada lingkungan di sekitarnya.
“Jangan berhenti sampai di sini. Kembangkan ilmu yang sudah dipelajari dan tularkan ilmu tersebut kepada teman-teman di lingkungan sekitar,” kata Zazuli.
Selain berbagi pengetahuan, peserta juga didorong untuk mengembangkan berbagai gagasan kreatif melalui pemanfaatan teknologi digital.
“Tular kan ilmu tersebut kepada teman-teman di lingkungan sekitar, kembangkan ide-ide kreatif, dan buktikan bahwa pemuda-pemudi Tanah Laut memiliki daya saing yang tinggi,” ujarnya.
Menurut Zazuli, perkembangan teknologi semestinya dapat menjadi peluang bagi generasi muda untuk menghasilkan karya sekaligus meningkatkan daya saing. Karena itu, kemampuan beradaptasi dengan teknologi perlu berjalan beriringan dengan sikap kritis dan tanggung jawab dalam bermedia sosial.
Ia juga berharap kolaborasi antara pemuda dan pemerintah daerah dapat terus diperkuat melalui berbagai kegiatan yang memberikan ruang bagi peningkatan kapasitas generasi muda.
“Semoga sinergi antara pemuda dan pemerintah daerah ini terus terjalin erat demi mewujudkan Tanah Laut yang semakin maju, mandiri, dan berdaya saing,” ujarnya.
Setelah menyampaikan sambutan, Zazuli secara resmi menutup rangkaian pelatihan.
“Dengan mengucapkan Alhamdulillahirabbilalamin, kegiatan pelatihan AI dan literasi digital resmi saya tutup,” ungkapnya.
Penutupan kegiatan kemudian dilanjutkan dengan foto bersama dan penyerahan sertifikat apresiasi kepada para narasumber.
Melalui pelatihan tersebut, FOROS Tanah Laut diharapkan tidak hanya memperkenalkan perkembangan AI kepada para aktivis media sosial, tetapi juga mendorong lahirnya pengguna teknologi yang mampu menghasilkan konten kreatif, informatif, dan bertanggung jawab.
Di tengah teknologi yang terus berkembang, tantangannya bukan sekadar seberapa jauh AI dapat digunakan, tetapi sejauh mana manusia mampu mengarahkannya untuk menghasilkan manfaat.(suarapancasila.id-hayat)











