MUARA ENIM, SUARA PANCASILA.ID – Pemerintah Kabupaten Muara Enim menekankan pentingnya kewaspadaan seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat dalam menghadapi puncak musim kemarau panjang yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Hal tersebut disampaikan Asisten Administrasi Umum, Drs. H. Risman Effendi, M.Si., saat memimpin Apel Gabungan di halaman Kantor Bupati Muara Enim, Senin (14/9). Dalam arahannya, Risman mengungkapkan bahwa Plt. Bupati Muara Enim turun langsung meninjau wilayah rawan Karhutla di Kecamatan Gelumbang dan Sungai Rotan guna memastikan kesiapsiagaan personel di lapangan.
Ia mengimbau masyarakat untuk tidak sekali-kali menyalakan api atau membuka lahan dengan cara dibakar, mengingat kondisi cuaca yang kering sangat berpotensi memicu timbulnya titik api yang meluas dan sulit dikendalikan.
Selain masalah Karhutla, dirinya juga membeberkan kondisi keuangan daerah yang saat ini memerlukan langkah rasionalisasi dan penghematan anggaran. Situasi efisiensi anggaran ini tidak hanya dialami oleh Kabupaten Muara Enim, tetapi juga hampir seluruh kabupaten/kota di Indonesia.
Oleh karena itu, lanjutnya, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta segera melakukan evaluasi dan pengkajian ulang terhadap program kerja masing-masing guna memprioritaskan kegiatan yang perlu dilaksanakan serta menunda kegiatan yang belum mendesak demi mencegah kendala ketersediaan anggaran di akhir tahun.
Apel gabungan ini juga dirangkaikan dengan penyerahan Keputusan Pensiun Pegawai Negeri Sipil (PNS) TMT 01 September 2026, penyaluran Dana Bantuan Pegawai Purna Bakti KORPRI, serta penyerahan surat keputusan kenaikan pangkat bagi ASN di lingkungan Pemkab Muara Enim.
Momen tersebut menjadi bentuk apresiasi dan penghormatan atas dedikasi para purnabakti yang telah menyelesaikan masa pengabdiannya, sekaligus dorongan motivasi bagi para pegawai penerima kenaikan pangkat untuk terus meningkatkan kinerja dan pelayanan publik di Kabupaten Muara Enim.











