Bahlil Mini Soccer Asyik Menuju Puncak, Golkar Jatim Bidik Generasi Muda Lewat Olahraga

KOTA MALANG (JATIM),SUARAPANCASILA,ID-Lapangan Unggul Sports Center, Malang Raya, Senin (31/8/2026) pagi, berubah menjadi ruang perjumpaan anak muda, olahraga, dan politik yang dikemas dalam suasana penuh kegembiraan. Partai Golkar Jawa Timur resmi menggelar turnamen Bahlil Mini Soccer Asyik Menuju Puncak, yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Partai Golkar.

Turnamen tersebut tidak sekadar diarahkan sebagai kompetisi olahraga. Partai Golkar menjadikannya sebagai instrumen untuk membangun ruang interaksi yang lebih dekat dengan generasi muda melalui kegiatan yang positif, sportif, kreatif, dan menyenangkan.

Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar M. Sarmuji, S.E., M.Si., hadir langsung dalam agenda tersebut sekaligus mengikuti laga eksibisi dan melakukan kick-off turnamen. Dalam kesempatan itu, Sarmuji menegaskan bahwa kegiatan yang melibatkan anak muda perlu mendapatkan dukungan serius dari struktur partai.

Bacaan Lainnya

Menurut Sarmuji, olahraga dapat menjadi medium strategis untuk menjangkau generasi muda tanpa harus menghadirkan pendekatan politik yang formal dan kaku.

“Acara ini akan kita endorse sebagai percontohan untuk DPD-DPD Golkar se-Indonesia, supaya mereka juga bisa mewadahi kegiatan anak-anak muda dalam bentuk yang sama,” ujar Sarmuji.

Bahlil Mini Soccer digelar secara masif di sejumlah zona di Jawa Timur. Dalam penyelenggaraannya, tercatat sebanyak 176 tim terlibat, sedangkan khusus Malang Raya terdapat 16 tim yang ambil bagian dalam kompetisi.

Kegiatan tersebut juga turut dihadiri sejumlah jajaran pimpinan Partai Golkar, di antaranya Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur Dr. H. Ali Mufthi, S.Ag., M.Si., Anggota DPR RI Golkar Daerah Pemilihan (Dapil) Malang Raya Irawan, serta Ketua Harian DPD Partai Golkar Jawa Timur yang juga Wali Kota Pasuruan.

Kick-off turnamen turut dilakukan Wali Kota Malang, Dr. Ir. H. Wahyu Hidayat, M.M bersama Kapolresta Malang, Kombes Pol Danang Setiyo Pambudi, S.H., S.I.K., M.H. dan jajaran pimpinan Partai Golkar.

Suasana pembukaan semakin semarak dengan pemberian door prize serta hadiah uang tunai kepada peserta maupun suporter yang berhasil menjawab sejumlah pertanyaan yang disampaikan pimpinan Partai Golkar.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan pertandingan eksibisi antara tim Partai Golkar dan Partai Gerindra.

Yang menarik perhatian, Sarmuji tidak hanya hadir sebagai pejabat partai. Ia turun langsung ke lapangan dan bermain dalam pertandingan tersebut. Bahkan, Sekjen DPP Partai Golkar itu mampu mencetak satu gol setelah tampil penuh dalam dua babak.

Sarmuji menjelaskan, perhatian terhadap generasi muda menjadi salah satu alasan utama penyelenggaraan turnamen tersebut. Menurut dia, anak muda berada dalam fase transisi menuju kedewasaan yang membutuhkan ruang untuk menyalurkan energi secara produktif.

Ia menyebut fase tersebut sebagai sturm und drang, yakni periode ketika seseorang mengalami dinamika pencarian identitas, gejolak emosi, dan dorongan kuat untuk mengeksplorasi lingkungan sosialnya.

“Anak-anak muda ini ada pada periode transisi dari anak ke dewasa, sering mengalami sturm und drang atau topan dan badai saat mencari jati diri. Kalau tidak kita wadahi dengan kegiatan positif, bisa terseret ke pergaulan yang kurang baik,” jelas Sarmuji.

Karena itu, menurutnya, partai politik tidak cukup hanya hadir melalui kegiatan politik konvensional. Ruang-ruang sosial yang dekat dengan keseharian generasi muda juga perlu diperbanyak.

Sepak bola, kata dia, merupakan salah satu medium yang efektif karena memiliki basis penggemar yang luas dan mampu mempertemukan berbagai latar belakang dalam satu aktivitas.

Namun, program pembinaan generasi muda tidak akan berhenti pada sepak bola. DPP Partai Golkar membuka peluang pengembangan kegiatan lain, mulai dari pencak silat, bola voli, musik, hingga pelatihan keterampilan kerja.

Sarmuji juga menyinggung pentingnya menjaga kebugaran tubuh di tengah aktivitas dan kesibukan sebagai pejabat publik.

Ia mengatakan bahwa kesehatan merupakan salah satu bentuk investasi jangka panjang yang tidak boleh diabaikan.

“Seusia saya, Mas Ali Mufthi, dan teman-teman ini, investasi paling berharga adalah kesehatan. Kita harus menjaga raga dengan olahraga rutin seperti lari, jogging, atau main bola sesekali, yang penting tahu ukuran diri dan tidak memaksakan,” tuturnya.

Di tengah jadwal politik yang padat, Sarmuji mengaku masih berusaha menyempatkan diri bermain mini soccer setidaknya sekali dalam sepekan apabila memiliki waktu luang.

Baginya, olahraga bukan semata-mata aktivitas fisik, tetapi juga bagian dari upaya menjaga produktivitas dan kualitas hidup.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur Ali Mufthi menegaskan bahwa turnamen tersebut dirancang dengan semangat kebersamaan, sportivitas, dan fair play.

Ia berharap seluruh rangkaian pertandingan dapat berlangsung aman, tertib, dan menjunjung tinggi sportivitas.

“Kita berdoa bersama-sama mengharap perlindungan Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa. Mudah-mudahan agenda di zona-zona ini bisa berjalan dengan baik, aman, tertib, dan sportivitas dijunjung tinggi,” ujarnya.

Ali mengatakan, penyelenggaraan kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun citra Partai Golkar yang lebih dekat dengan generasi muda.

Konsep “Golkar Asyik” menjadi salah satu pesan yang ingin dikedepankan melalui kegiatan tersebut. Golkar, kata dia, ingin ditampilkan sebagai organisasi politik yang terbuka, menyenangkan, dan mampu menjadi ruang interaksi bagi anak muda.

“Kita ingin membuat ‘Golkar Asyik’, bukan partai yang menyeramkan, tetapi partai yang menyenangkan buat kita semua,” kata Ali.

Ia menambahkan, apabila penyelenggaraan Bahlil Mini Soccer berjalan sesuai harapan, DPD Partai Golkar Jawa Timur akan melakukan evaluasi internal untuk mempertimbangkan keberlanjutan program serupa.

“Yang jelas ini menarik. Kita fokus sukses dulu. Kalau ini sukses, berhasil, sesuai yang kita harapkan semua, maka nanti akan ada rapat lagi di internal partai untuk melihat apakah ini bisa menjadi rutinitas bagi DPD Golkar Jawa Timur,” ujarnya.

Semangat mendekatkan partai dengan generasi muda juga mendapat perhatian khusus dari DPD Partai Golkar Kota Malang.

Ketua DPD Partai Golkar Kota Malang Djoko Prihatin mengatakan, turnamen mini soccer merupakan salah satu pintu masuk untuk memperkenalkan wajah Golkar kepada kalangan pelajar dan generasi Z.

Menurutnya, selama ini partai politik kerap dipersepsikan sebagai institusi yang formal, serius, dan identik dengan kelompok usia dewasa. Persepsi tersebut, kata Djoko, perlu dijawab dengan menghadirkan kegiatan yang sesuai dengan karakter anak muda.

 

Ia menyebut turnamen Bahlil Mini Soccer melibatkan hampir 2.000 peserta tingkat SMA yang tersebar di sejumlah zona di Jawa Timur.

Tidak berhenti pada mini soccer, Golkar Kota Malang juga menyiapkan sejumlah gagasan kegiatan yang dinilai lebih dekat dengan kultur anak muda, termasuk kompetisi dance, basket, serta berbagai aktivitas kreatif lainnya.

“Kalau mini soccer sudah digelar, ke depan kita wacanakan membuat ajang dance yang sesuai dengan gaya dan style anak muda. Tidak hanya itu, mungkin juga ajang basket dan kegiatan lainnya agar mereka makin mengenal Golkar Kota Malang,” katanya.

Langkah lain yang dilakukan DPD Partai Golkar Kota Malang adalah memberikan ruang khusus bagi generasi Z dalam struktur kepengurusan.

Djoko mengungkapkan, pihaknya membentuk posisi Wakil Ketua Bidang Gen Z yang diamanahkan kepada Fabri, seorang influencer lokal Malang.

Kehadiran bidang tersebut diharapkan dapat memperkuat komunikasi partai dengan generasi muda, termasuk komunitas kreator konten dan kelompok anak muda yang selama ini lebih banyak berinteraksi melalui platform digital.

Langkah tersebut sekaligus menunjukkan adanya upaya transformasi komunikasi politik di tingkat daerah, dari pendekatan konvensional menuju pola komunikasi yang lebih adaptif terhadap perubahan karakter pemilih muda.

DPD Partai Golkar Jawa Timur juga membuka kemungkinan memperluas program pembinaan pemuda melalui cabang olahraga dan bidang kreatif lainnya.

Salah satu gagasan yang disiapkan adalah kejuaraan pencak silat antarpelajar SMA se-Jawa Timur. Program tersebut diarahkan untuk memberikan ruang kompetisi sekaligus mengidentifikasi potensi pelajar dari berbagai perguruan silat.

Dengan demikian, Bahlil Mini Soccer tidak hanya diposisikan sebagai agenda olahraga dalam rangka HUT Partai Golkar. Lebih jauh, kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi organisasi untuk membangun kedekatan dengan generasi muda melalui pendekatan sosial, olahraga, kreativitas, dan pengembangan talenta.

Bagi Partai Golkar, keberhasilan agenda tersebut akan menjadi pijakan untuk menentukan apakah model kegiatan serupa dapat dikembangkan secara berkelanjutan di Jawa Timur maupun direplikasi oleh struktur Golkar di daerah lain.

Di tengah perubahan demografi pemilih dan semakin besarnya peran generasi muda dalam ruang sosial-politik, pendekatan melalui olahraga dan kreativitas menjadi salah satu cara yang ditempuh Golkar untuk memperluas ruang dialog sekaligus memperkenalkan wajah baru partai kepada generasi berikutnya.

suarapancasilaid'

Pos terkait