BREBES (JATENG), SUARAPANCASILA.ID – Di tengah sorot lampu panggung dan riuh ribuan warga yang menyaksikan Brebes Culture Festival 2026, sebuah rombongan bantuan kemanusiaan diberangkatkan menuju Nusa Tenggara Timur. Pemerintah Kabupaten Brebes melepas bantuan itu pada Sabtu malam, 29 Agustus 2026, sebagai bentuk solidaritas terhadap masyarakat yang terdampak bencana.
Bantuan tersebut bukan sekadar bagian dari seremoni festival. Dalam lima hari, 24-28 Agustus 2026, masyarakat Brebes menggalang berbagai kebutuhan untuk dikirimkan kepada warga terdampak bencana di NTT. Hasilnya, terkumpul 5.778 butir telur asin serta bantuan logistik berupa makanan dan kebutuhan sandang senilai Rp65.075.822.
Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma melepas bantuan tersebut di sela pelaksanaan festival yang mengangkat tema “Pesona Nusantara dalam Harmoni Budaya Brebes”.
Paramitha mengatakan perayaan kebudayaan seharusnya tidak membuat masyarakat berjarak dengan persoalan kemanusiaan. Menurut dia, solidaritas terhadap korban bencana merupakan bagian dari nilai kebersamaan yang hidup di tengah masyarakat.
“Di tengah kegembiraan festival, kita juga mengingat saudara-saudara kita yang sedang terdampak bencana. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian masyarakat Brebes untuk mereka,” kata Paramitha.
Nilai bantuan yang mencapai puluhan juta rupiah, kata Paramitha, bukan ukuran tunggal dari kepedulian warga. Yang lebih penting adalah proses gotong royong di balik pengumpulan bantuan tersebut.
“Ini adalah bentuk kepedulian masyarakat Brebes. Kita bergembira, tetapi hati kita tetap terhubung dengan saudara-saudara yang sedang membutuhkan,” jelasnya.
Pelepasan bantuan berlangsung ketika suasana festival tengah ramai. Pertunjukan seni dan budaya Nusantara menjadi bagian utama acara, sementara masyarakat memenuhi kawasan festival untuk menyaksikan rangkaian pertunjukan.
Kontras antara panggung hiburan dan pelepasan bantuan itu justru memperlihatkan sisi lain dari festival. Perayaan budaya tidak hanya berbicara tentang kesenian, tradisi dan pertunjukan, tetapi juga tentang bagaimana nilai kebersamaan diterjemahkan menjadi tindakan sosial.
Bagi Pemerintah Kabupaten Brebes, gotong royong dalam penggalangan bantuan tersebut menjadi bagian dari pesan yang ingin dibawa melalui Brebes Culture Festival 2026. Tema “Pesona Nusantara dalam Harmoni Budaya Brebes” tidak hanya dipahami sebagai perayaan keragaman budaya, tetapi juga sebagai ajakan untuk memperkuat solidaritas antarmasyarakat.
Pemerintah daerah berharap bantuan yang diberangkatkan dapat membantu memenuhi kebutuhan warga terdampak bencana di NTT. Pada saat yang sama, kegiatan tersebut diharapkan menjadi pengingat bahwa kegembiraan dalam sebuah perayaan tidak harus menghilangkan kepedulian terhadap masyarakat yang sedang mengalami musibah.
Paramitha juga mengajak masyarakat menikmati festival dengan menjaga ketertiban, keamanan dan kebersihan. Ia berharap kegiatan budaya dapat sekaligus membuka ruang bagi perkembangan ekonomi kreatif dan pariwisata di Brebes.
“Mari kita nikmati festival ini dengan tertib, aman, bersih dan penuh kegembiraan. Jadikan budaya sebagai ruang untuk saling mengenal dan saling menghargai, sekaligus membuka peluang bagi ekonomi kreatif dan pariwisata Brebes,” ajaknya.
Pelepasan bantuan untuk NTT akhirnya menjadi salah satu peristiwa yang memberi dimensi berbeda pada Brebes Culture Festival 2026. Ketika panggung budaya menyala dan ribuan warga berkumpul, solidaritas warga Brebes ikut bergerak menuju daerah yang sedang dilanda bencana.











